Trensains

Keunggulan

Mencetak generasi Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Dipandu Oleh Konsultan Ahli dari PTN

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Memiliki Program-program unggulan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Berakhlaq, Cerdas, dan Berprestasi

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Konsep Baru dalam dunia pendidikan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Mencetak Generasi yang Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang

Keunggulan SMA TRENSAINS TEBUIRENG

  • Mengadopsi kurikulum Nasional, Pesantren, dan Cambridge.

  • Menerapkan konsep kurikulum Semesta (unifikasi).

  • Pembelajaran mengedepankan dialektika antara Agama dan Sains.

  • Bermitra dengan ITS, Unesa, dan UIN Malang.

  • Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya.

INFORMASI SEPUTAR SMA TRENSAINS TEBUIRENG

Kontingen SMA Trensains Tebuireng Kembali Meraih Prestasi Di Bidang LKTI Tingkat Nasional

Trensains.sch.id Kabar gembira kembali datang dari santri SMA Trensains Tebuireng. Minggu (15/10/2017) kontingen SMA Trensains Tebuireng kembali menoreh prestasi di bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. LKTI berbasis penelitian ini  pertama kali dapat dimenangkan oleh sekolah yang baru terakreditasi pada akhir bulan lalu, Alhamdulillah Tim SMA Trensains Tebuireng mampu menduduki juara 2 (dua) dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional  Festival Of Agroindustry (FOA) 2017 yang diselenggarakan Institut Pertanian Bogor (IPB).
     “Kita pesimis ustadz, kalaupun menang kita hanya bisa dapat juara dua atau tiga, tim lain tidak kalah bagus” ujar Soffy – Ketua Tim kontingen sesaat setelah presentasi bersama sembilan tim lain kepada salah satu pimpinan, Ustadz Tendika melalui pesan singkat WA. Beliaupun menasehati “kalian jangan terbebani dengan kewajiban kemenangan, karena tujuan SMA Trensains tidak lain menumbuhkan sikap dan budaya  ilmiah kepada para  santri, salah satunya melalui kegiatan menulis ilmiah (KTI).”
            Dalam kesempatan ini, tim yang beranggotakan 3 orang santri mendapat bimbingan special. Pasalnya mereka dibimbing langsung oleh ust. Tendika dan Bapak Sutarno (salah satu Tim penjamin mutu Pesantren Tebuireng). Bapak Sutarno mengapresiasi kemenangan tim ini  sesaat setelah menerima kabar yang membahagiakan melalui pesan singkat WA, seperti yang diungkapkan “mereka semangatnya luar biasa dan patut menjadi juara”.
     Sebelumnya, untuk menguatkan hipotesis tim yang diketuai oleh Soffi melakukan pengkajian teoritis selama 2 bulan dan melakukan penelitian  aspal berkomposit serat sabut kelapa di Laboratorium SMA Trensains selama sepekan dan dilanjutkan dengan melakukan pengujian bahan tersebut di laboratorium Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jombang selama beberapa hari.
       Indonesia sebagai produsen buah kelapa terbesar di dunia, dengan produksi 15 miliyar per tahun. Setiap buah kelapa memiliki limbah 0,6 kilogram sabut kelapa (cocofiber), 0,15 kilogram serat sabut kelapa, dan 0,39 kilogram serbuk sabut kelapa. Penelitian ini dilatarbelakangi keberlimpahan serabut kelapa yang tidak termanfaatkan dangan optimal, karena baru 3,2% yang telah diolah dan memiliki nilai ekonomi, seperti yang dipaparkan oleh salah satu dari tim, Miswala pada saat Presentasi di depan Juri.
      Dalam pemaparan tim tersebut, mereka mengusulkan untuk pengoptimalkan limbah serabut kelapa untuk peningkatan kualitas dan resistensi jalan dan peningkatan nilai ekonomis limbah. Atas fakta nusantara, lebih dari 4000 kilometer jalan nasional kondisinya tidak nyaman dilalui, termasuk 1300 kilometer yang berpotensi mengancam keselamatan penggunanya, penambahan komposit disinyalir dapat mengurangi anggaran yang berasal dari APBN untuk perbaikan jalan yang rusak setiap tahunnya.
            Atas keberhasilan tim ini, harapan kedepan menjadi motivasi untuk selalu berinovasi dalam mengeluarkan ide/gagasan ilmiah bagi santri lain, dalam rangka untuk merealisasikan tujuan sekolah yakni untuk mencetak kader-kader ulama sekaligus ilmuwan sebagaimana misi besar SMA Trensains.
………………………………………………………………………………………………………………………………………
PEWARTA                  : NADIAH SALMA (Tim Jurnalis SMA Trensains)

Editor/Publisher      : Abdul Ghofur (Admin TrensMedia)



Observasi Ilmiah, Siswa Baru SMA Trensains Tebuireng Kunjungi ITS dan Kenjeran

Smatrensains.sch.id Segenap siswa-siswi kelas X SMA Trensains Tebuireng melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Pantai Kenjeran Surabaya pada Rabu (06/09/2017). Kunjungan ini merupakan agenda tahunan sekolah untuk siswa baru. Dalam kunjungan ini para siswa diajak menyambangi Departemen Fisika untuk mengenal lebih dalam tentang fisika yang merupakan salah satu ilmu sains yang menjadi konsentrasi SMA Trensains dan observasi bulan Purnama di Pantai Kenjeran
Kunjungan ini disambut hangat oleh pihak ITS. Peserta yang berjumlah kurang lebih 98 orang ini terbagi dalam beberapa kelompok. “Kunjungan ini dalam rangka menuntut ilmu, mengkaji sains-sains kealaman di ITS yang merupakan gudangnya ilmu,” tutur Waka Sarana Prasarana Ustadz Abdul Ghofur saat menyampaikan sambutan mewakili SMA Trensains.
Setelah proses penerimaan dari pihak ITS, para siswa diajak ke beberapa laboratorium fisika untuk mengetahuinya secara gamblang peralatan dan mekanismenya. Ada beberapa laboratorium yang ditunjukkan kepada peserta, seperti Laboratorium Madya dan Komputasi, Laboratorium Fisika Instrumentasi, Laboratorium Fisika Material, dan Laboratorium Geofisika.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa terlihat antusias menyimak semua yang diterangkan. Para asisten pun dengan semangat membagikan ilmu kepada para peserta. Kegiatan ini berlangsung sampai pukul 13.00 WIB. Peserta diberi worksheet untuk mencatat apa yang sudah mereka amati selama kunjungan.
Setelah dari ITS, perjalanan, dilanjutkan ke kenjeran untuk observasi bulan purnama. Kegiatan observasi bulan purnama ini diikuti bersama oleh tiga sekolah, yaitu SMA Trensains Tebuireng, SMA Trensains Sragen dan Muallimin Yogyakarta. Mereka mengamati munculnya bulan sejak terbenamnya matahari. Sebenarnya ketiga sekolah tersebut juga berkunjung ke Departemen Fisika ITS. Namun, ketika di ITS, kegiatan dilakukan masing-masing, tidak bersamaan, karena efisiensi waktu dan efektifitas kegiatan.
Dalam perhitungan yang dilakukan sebelumnya, bulan akan muncul pada jam 17.33 WIB. Namun, santri putri baru melihat bulan dengan kasat mata empat menit setelahnya, yaitu pada 17.37 WIB dalam posisi kurang lebih 2 derajat. Lain halnya dengan santri putra yang mengintai bulan dengan teleskop di pinggir jembatan kenjeran. Mereka bertakbir dan bersimpuh sujud saat melihat bulan purnama muncul di atas permukaan.
........................................................................................................................................................................
Pewarta                       :   Nur Ifana
Editor/Publisher         : M. Abror Rosyidin

Sumber                       : www.tebuireng.online

Tingkatkan Kualitas, SMA Trensains Siap Sambut Akreditasi Perdana

smatrensains.sch.id—SMA Trensains (Pesantren Sains) Tebuireng merupakan salah satu unit sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan KH. M. Hasyim Asya’ari Tebuireng. Sekolah yang masih terhitung berumur jagung ini, telah menorehkan banyak prestasi untuk pesantren Tebuireng. Pada masa awal sekolah ini berdiri (3 tahun silam), hanya terdiri dari 4 kelas dengan fasilitas yang terbatas. Namun, keterbatasan ini tidak menjadi halangan untuk tetap mengukir prestasi.
“Berbagai macam prestasi telah dikantongi, diantaranya prestasi dalam bidang Olimpiade, Akademik dan LKTI. Dua santriwati Trensains Tebuireng telah berhasil membawa medali emas (2015) dan medali perunggu (2017) di ajang IMC (Internasional Mathematic Contest) yang di gelar di Singapore,” ujar mantan Waka Kurikulum Ustadz Abdul Ghofur saat ditemui Tebuireng Online di SMA Trensains pada Ahad (13/08/2017).
Ia juga menjelaskan, dalam bidang Akademik, Trensains menempati rangking ke 3 se-Jombang. Hal ini merupakan prestasi yang belum pernah diraih oleh Pesantren Tebuireng. Selain itu, lulusan perdananya juga banyak yang tembus PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dengan daya serap PTN 60 %.
“Keberhasilan ini Tidak lepas dari program-program yang menjadi andalan sekolah yang disusun melalui program bidang kurikulum periode 2014-2017,” terang Ustadz Abdul Ghofur. Beberapa program itu, di antaranya Tahajud Fisika,  Klinik Matematika, Konsis (Konsultasi Siswa),  English Camp (E-UP),  Books Upgrading (B-UP), dan program persiapan lulusan yang mencakup PIS (Program Intensif Semester) dan PIT (Program Intensif Terstruktur).
Ia menjelaskan, untuk meningkatkan target lulusan pada tahun depan, SMA Trensains akan menyelenggarakan akreditasi perdana pada bulan Agustus ini. Para asatidz pun sedang mempersiapkan 8 standar nasional pendidikan yang akan diakreditasi. Sekolah juga sudah membentuk tim yang ia pimpin.
Selain itu, di sisi lain, untuk lebih meningkatkan daya serap lulusan PTN dan nilai UNBK di tahun mendatang, yayasan menata ulang struktur kepemimpinan di SMA Trensains. Penata ulangan struktur kepemimpinan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman ke yang lainnya terutama di bidang kurikulum.
Untuk periode kali ini, Ust Abd Ghofur diminta untuk mentransfer pengalamannya di bidang kurikulum kepada penggantinya Ustadz Tendika untuk periode ini, sedangkan ia dipindahtugaskan menjadi Waka Sarana Prasarana. Selain itu, demi optimalisasi penanganan santri, Ustadz Umbaran selaku Kepala Pondok Pesantren Tebuireng 2 ditemani oleh Ustad Arif Khuzaini sebagai Wakil Kepala Pondok.
“Semoga lebih maju dan lebih baik. Itulah harapan
dari semua pihak terutama pada capaian UNBK dan Target PTN pada tahun mendatang,” pungkasnya kepada Tebuireng Online.

Sumber : www.tebuireng.online

Studi Ayat-ayat Semesta, Tiga SMA Trensains Adakan Observasi Bulan Purnama

smatrensains.sch.id—Tidak dapat dipungkiri bahwasanya mayoritas negara maju didukung oleh penguasaan sains dan teknologinya. Sebelum ilmuan menciptakan penemuannya dalam bidang sains, Allah melalui firmannya dalam Al Quran telah mengungkapkan banyak teori-teori dunia sains.
Sebagai sekolah yang berbasis Al Quran dan sains, Sekolah Menengah Atas Trensains (SMA Trensains) Tebuireng mengadakan kegiatan guna menggali ilmu-ilmu sains yang telah ternas dalam Al Quran. Untuk itu, pihak sekolah bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) menggelar kegiatan kunjungan laboratorium, observasi ayat-ayat semesta (AAS) dan bulan purnama, yang dilakukan dari pagi hingga malam hari, pada Senin (13/3/2017).
“Kegiatan ini didesain sebagai bagian natural science experiment, (yang) memberikan experience (pengalaman) pada santri Trensains tentang begitu mudahnya belajar sains, begitu eratnya sains bg hidup, dan begitu terasanya Tuhan mencipta semesta dengan sentuhan sains, harmoni, dan presisi. Selain itu, juga sarana silaturahim seluruh Trensains,” ujar Tendi, S.R.
Usai acara penyambutan Joint-agenda di Gedung Teater B Insitut Teknologi Sepuluh November, santri berkesempatan untuk mengunjungi  laboratorium-laboratorium di ITS secara berkelompok dan bergantian (moving class), seperti laboratorium fisika dasar, laboratorium fisika material, laboratorium fisika instrumentasi, laboratorium madya dan komputasi, laboratorium optoelektronika dan elektromagnetika terapan. Tidak hanya mengunjungi, mereka juga mendapatkan kuliah singkat bahkan melakukan percobaan-percobaan sederhana alat-alat yang telah disediakan.
Seperti halnya ketika di laboratorium instrumentasi elektronika, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan praktikum dan proyek-proyek mata kuliah yang pernah dilakukan di laboratorium ini secara general.
Usai shalat Dhuhur, semua peserta bergerak menuju ke SD Bahari Muhammadiyah 9 untuk melakukan kegiatan utama, yakni observasi bulan purnama di pantai Kenjeran, Surabaya.
Sebelumnya, menunggu matahari tenggelam, gabungan santri putra SMA Trensain bertanding sepak bola di halaman sekolah. Tidak terlihat gap antara sekolah satu dengan yang lain. Semua berbaur memberikan dukungan pada pemain dengan menyanyikan dan meneriakkan yel.
Meskipun bulan purnama tidak dapat terlihat sama sekali akibat cuaca setelah hujan deras mengguyur Surabaya sejak siang sehingga observasi bulan purnama tidak dapat dilakukan. Namun santri merasa senang telah diadakannya kegiatan tersebut.
“Perjalanan dari pertama kali itu sangat seru meskipun akhirnya ketika sore datang, hujan turun dan mendung jadi kita nggak bisa lihat bulan. Tapi menurut saya tetep seru tetap bisa mengambil arti kebersamaan karena bertemu dengan santri SMA Trensains dari Sragen dan SMA Trensains Mu’allimin, ujar Melinda Rahmawati dari NTT X Sains 3 sat diwawancarai Tebuireng Online.
Kegiatan ini merupakan joint-agenda tiga SMA Trensains, yakni SMA Trensains Tebuireng, SMA Trensains SMA Trensains Darul Ihsan Muhammdiyah Sragen (Dimsa), dan Trensains Mu’allimin Yogyakarta, yang diikuti oleh seluruh santri kelas X di tiga SMA Trensains tersebut.

Pewarta      :       Farha Kamalia
Publisher    :       Farha K
Sumber       :       http://tebuireng.online/