Trensains

.

.

#

.
Trensains

Keunggulan

Sekolah dengan kurikulum Semesta

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Dipandu Oleh Konsultan Ahli dari PTN

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Memiliki Program-program unggulan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Berakhlaq, Cerdas, dan Berprestasi

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Konsep Baru dalam dunia pendidikan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Konsep Baru dalam dunia pendidikan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Mencetak Generasi yang Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang

Keunggulan SMA TRENSAINS TEBUIRENG

  • Mengadopsi kurikulum Nasional, Pesantren, dan Cambridge.

  • Menerapkan konsep kurikulum Semesta (unifikasi).

  • Pembelajaran mengedepankan dialektika antara Agama dan Sains.

  • Bermitra dengan ITS, Unesa, dan UIN Malang.

  • Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya.

INFORMASI SEPUTAR SMA TRENSAINS TEBUIRENG

Meneladani Jejak Teladan Hadhratussyaikh Hasyim Asy'ari




www.smatrensains.sch.id-Ringkasan dari Buku Pedoman Wali Santri (Bimbingan untuk wali santri agar putra-putrinya sukses dalam menuntut ilmu dunia akhirat. 

1. Hendaknya memulai dengan menata niat yang benar.

 Nasehat para leluhur "Yen Siro mondok kudu dibarengi Kanti niat cengkir (kencenge pikir)", kalau kamu menuntut ilmu harus diniati dengan niat yang tulus ikhlas. Menurut Hadratusyeikh Hasyim Asy'ari ketika ada wali santri yang sowan, beliau selalu berpesan kepadanya agar senantiasa memiliki niat menuntut ilmu semata-mata untuk mendapatkan Ridha Allah SWT, menjernihkan hati hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bukan untuk meraih kepentingan duniawi (pangkat, harta dsb) semata. 

2. Hendaknya selalu menyadari bahwa orang tua dan guru adalah figur tauladan bagi anak-anak.

Bila orang tua selalu rindu atau kangen kepada anaknya di pondok, maka anaknya yang di pondok juga tidak akan tenang karena teringat pula dengan orang tuanya dirumah (istilah biasanya "nyetrum"). 

Seringkali fakta membuktikan bahwa ketika ada santri yang bermasalah di pondok, ternyata banyak terpengaruhi oleh faktor orang tua yang juga bermasalah. 

3. Bersikap "pasrah" dan berbaik sangka (huanudzon) terhadap sistem pendidikan pesantren.

Ketika Hadratusyeikh Hasyim Asy'ari dahulu nyantri kepada Syaikhona Kholil di Bangkalan Madura, beliau seringkali disuruh melakukan berbagai tugas Khidmah pengabdian (menggembala, membersihkan kandang, roan dsb) namun beliau tidak pernah NGERSULO (mengeluh). Hal ini dilakukan sebagai wujud ta'dzim serta khidmat beliau kepada guru, dengan maksud untuk mendapat keridhoan dan doa dari sang Guru. Karena bagaimanapun juga, menuntut ilmu dalam pendidikan pesantren akan menjadi semakin berkah dari buah keikhlasan dan doa para guru dan orang tua. Keberhasilan menutut ilmu di pesantren tidak hanya bisa diukur dengan nilai prestasi raport maupun ijazah semata, namun diukur bagaimana seorang santri mampu mengamalkan ilmunya bagi dirinya dan orang lain. 

Masalah kurangnya fasilitas atau apapun bentuk hal yg kurang di pesantren hendaknya diterima sebagai wujud kepasrahan mutlak agar hati terlatih untuk bisa ikhlas dan jernih dalam mengabdikan diri kepada Allah. 

4. Membekali anak dengan Rizki yg halalan thoyyiban (halal dan baik)

Hadratusyeikh Hasyim Asy'ari seringkali berpesan agar semua santri bersikap wara' (menjauhi perkara syubhat) dan berhati-hati dalam mencari bekal yang digunakan untuk biaya menuntut ilmu selama di pesantren. Seseorang yang ingin memiliki kejernihan hati harus memperhatikan makanannya. Makanan yang haram akan membentuk jiwa yang kasar dan tidak religius. Ibarat setitik tinta hitam yang jatuh diatas kertas putih. Sedikit demi sedikit, Semakin lama akan semakin membuat hitam semuanya. 

5. Agar berkah hendaknya senantiasa menjaga tawadhu (kerendahan hati) serta mencari Ridha dari Guru.

Suatu hari, Kyai Hasyim melihat Syaikhona Kholil sedih karena cincin istri beliau terjatuh ke lubang WC. Melihat hal tersebut, Kiai Hasyim segera meminta izin untuk membantu mencarikan cincin yang jatuh tersebut. Setelah dikuras semua, dan badan Kiai Hasyim penuh dengan kotoran, akhirnya cincin tersebut berhasil ditemukan. 

Betapa riang sang Guru melihatnya berhasil menemukan cincin itu, sampai berucap doa "Aku ridho padamu wahai Hasyim, aku doakan dengan pengabdianmu dan ketulusanmu, derajatmu ditinggikan serta engkau menjadi orang besar, tokoh panutan, dan semua orang cinta padamu". 

6. Jangan meninggalkan riyadhoh "tirakat" demi kesuksesan anak.

Hadratusyeikh Hasyim Asy'ari ketika belajar di Makkah, beliau sering melakukan riyadhoh di gua Hiro untuk menghafalkan hadits serta beliau sering melakukan Puasa sunnah. Bahkan ketika istri beliau mengandung KH Abdul Wahid Hasyim, beliau selalu riyadhoh memohon doa kepada Allah agar anak beliau dijadikan anak yang sholih. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa sangat banyak orang-orang sukses di dunia ini lantaran keberkahan doa yang dilakukan guru dan kedua orang tuanya. Ketika orang tua dan guru senantiasa melakukan riyadhoh dan mendoakan anaknya dan anak juga senantiasa berbakti dan mohon ridho kepada orang tua dan gurunya, sehingga terciptalah ikatan emosional dan spiritual antara semuanya. Dan terbentuklah SISTEM PENDIDIKAN ANAK LAHIR BATIN. 


Diedit oleh, Ust Hanif Fathoni, S.Pd.I (Wakil Kepala Sekolah Bidang Humasy)

Semoga bermanfaat, aamiin.

SANTRI TEBUIRENG 2 MERAYAKAN IDUL ADHA DITENGAH PANDEMI



www.smatrensains.sch.id-
 Pandemi Covid-19 tidak mencegah Santri Tebuireng 2 merayakan hari raya idul Adha 1441 Hijriah (31/07/2020). Runtutan perayaan Idul Adha diawali dengan takbiran bersama, lalu shalat Id di masjid Tebuireng 2. Acara dilanjutkan pengolahan  daging qurban dengan cara dibakar oleh para santri Tebuireng 2.

“ Berbeda dengan perayaan Idul Adha seperti pada tahun sebelumnya. Para santri yang merayakan Idul Adha di Tebuireng 2 tahun ini harus melalui karantina terlebih dahulu. Dan para santri yang sudah dikarantina di Tebuireng 2 hanya sebagian dari kelas XII SMA Trensains dan kelas IX SMP Sains. Karena jumlah santri yang minim, tentu bepengaruh pada kemeriahan perayaan Idul Adha. Seperti yan biasanya ada lomba takbiran tapi sekarang takbirannya menjadi seadanya. “

“ Meskipun merayakan Idul Adha kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan guna mencegah Covid 19. Diantaranya menjaga jarak minimal 1 meter, menggunakan masker dan menjaga kebersihan tubuh.” Tutur Ustadzah Zahrotul Anisah selaku salah satu dewan asatidzah yang menjadi bagian tim satgas Covid 19.

Meskipun harus menjalakan hari raya Idul Adha dalam kondisi pandemi tetap tidak mengurangi kehidmatan dalam menjalakannya. Seperti takbiran dan pembakaran daging qurban dilakukan para santri dengan semangat dan tetap menjaga protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“kami merayakan Idul Adha tahun ini, merasa sangat beruntung. Karena masih dapat merayakan Idul adha di tahun-tahun terakhir bersama teman-teman. Dan tidak semua santri Tebuireng 2 dapat merasakannya. Karena hanya sebagian dapat kembali ke pesantren. Kita harus tetap semangat meski dimasa pandemi  seperti ini. Kita juga sudah menerima pembelajaran tentang sains kealaman. Walaupun pandemi ini sangat berpengaruh pada kehidupan, namun semua musibah tentu ada hikmahnya. “ terang Amel dan Yasmin siswi SMP Sains.

Kami para santri mendoakan pandemi di negri ini segera berakhir sehingga kita dapat merayakan hari raya selanjutya dengan normal.

Pewarta:  ila

Pengumuman Hasil Tes PSB Gelombang 2 Pesantren Tebuireng 2020-2021





www.smatrensains.sch.id-Akibat merebaknya virus Covid-19, proses seleksi penerimaan santri di Pesantren Tebuireng gelombang kedua berjalan alot. Panitia memutuskan agar penyeleksian diambil dari nilai rapor. selain itu, imbasnya juga mengeni rencana waktu yang menjadi meleset dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. 
Ketua Panitia, Ustadz Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa sistem PSB sempat dicoba menggunakan daring, namun juga tidak bisa efektif, malah menyusahkan panitia dan pihak penyeleksi. “Kami pernah mencoba wawancara dengan memanfaatkan vitur panggilan video, namun kami malah kesusahan, tim tes psikologi juga tidak berkenan karena tidak bisa menjamin jawaban yang akurat,” ungkapnya. 
Ia menegaskan, sistem yang akhirnya dipakai, yaitu sistem nilai rapor, merupakan hasil musyawarah yang matang, demi efektifitas PSB di tengah penyebaran pandemi virus Corona. “Ya sudahlah, akhirnya rapor saja,” celetuk pria yang juga menjabat sebagai sekretaris pondok putra Pesantren Tebuireng itu. 

Akibat penyebaran pandemi yang belum juga usai, pihak pesantren juga belum menentukan tanggal santri baru dan santri lama yang telah pulang untuk masuk ke pondok menyongsong ajaran baru. Diketahui sejak 25 Maret 2020, santri dipulangkan karena mencegah penyebaran virus di lingkungan pesantren. Langkah itu sontak diikuti oleh pesantren lain. (sumber:https://tebuireng.online/pengumuman-hasil-tes-psb-gelombang-2-pesantren-tebuireng-2020-2021/)

****************************************************************************************************

Informasi hasil seleksi gelombang 2 dapat diakses di: http://psb.tebuireng.online/2020/05/pengumuman-hasil-seleksi-santri.html


****************************************************************************************************