Trensains

Keunggulan

Mencetak generasi Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Sekolah dengan kurikulum Semesta

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Dipandu Oleh Konsultan Ahli dari PTN

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Memiliki Program-program unggulan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Berakhlaq, Cerdas, dan Berprestasi

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Konsep Baru dalam dunia pendidikan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Mencetak Generasi yang Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang

Keunggulan SMA TRENSAINS TEBUIRENG

  • Mengadopsi kurikulum Nasional, Pesantren, dan Cambridge.

  • Menerapkan konsep kurikulum Semesta (unifikasi).

  • Pembelajaran mengedepankan dialektika antara Agama dan Sains.

  • Bermitra dengan ITS, Unesa, dan UIN Malang.

  • Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya.

INFORMASI SEPUTAR SMA TRENSAINS TEBUIRENG

Pengumuman Hasil Tes Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 Pesantren Tebuireng

smatrensains.sch.id– Pengumuman hasil tes Penerimaan Santri Baru (PSB) gelombang 2 Pesantren Tebuireng dari semua Unit Pendidikan dibawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

Selamat bagi yang telah dinyatakan lulus di Unit Pendidikan Pesantren Tebuireng tahun 2019-2020.
Berikut link DAFTAR NAMA PESERTA yang Dinyatakan Lulus (klik disini)

INFORMASI PELAKSANAAN TES PENERIMAAN SANTRI BARU SMP SAINS DAN SMA TRENSAINS TEBUIRENG TAHUN PELAJARAN 2019-2020


Dengan ini kami Panitia Pelaksana Pendaftaran Santri Baru Pesantren Tebuireng memberitahukan bahwa test masuk gelombang 2 unit SMP Sains dan SMA Trensains Tebuireng akan dilaksanakan pada :
Hari      : Sabtu, 27 April 2019
Waktu   : 07.00 WIB - selesai
Tempat : Gedung SMA Trensains Tebuireng

dan bagi para pendaftar yang belum melakukan tes wawancara, test tersebut dilaksanakan pada :
Hari       : Jum'at, 26 April 2019
Waktu    : 08.00 WIB - selesai     
Tempat  : Gedung K.H. Yusuf Hasyim Lantai 3 Pesantren Tebuireng

Revolusi Seni 4.0 Sambut Perkembangan Iptek


www.smatrensains.shc.id-Satu langkah dalam unjuk bakat dan kreativitas santri trensains melalui panggung pentas seni bertajuk Revolusi Seni 4.0. Kreasi tanpa batas yang diusung pada tahun ini mengalami evolusi nama menjadi Mahakarya Santri 2K19 yang diorganisir oleh ORSANTRENS Putra SMA Trensains Tebuireng yang dihadiri penggagas Trensains, Agus Purwanto, pimpinan, dewan guru serta karyawan, santri SMP Sains dan SMA Trensains serta alumni angkatan pertama dan kedua pada sabtu malam (06/04/2019) di halaman pesantren tebuireng 2 seperti yang disampaikan ketua panita mahakarya, Muhammad Khairuddin


“saya sampaikan terimakasih atas jerih payah, bantuan kepada seluruh panitia dan para pimpinan serta seluruh pendukung acara ini. Acara ini merupakan program orsatren yang berevolusi nama menjadi mahakarya santri 2K19 dengan tema Revolusi Seni 4.0.”

Pada kesempatan itu, para santri berhasil menggabungkan berbagai bakat seni dalam satu malam. Goresancat pada latar panggung (background) yang dirancang sendiri oleh tim dekorasi serta kombinasi penmpilan visual dan audio dari santri SMP SAINS dan SMA TRENSAINS berupastick light dance, perkusi, drama, tari tradisonal dan modern, paduan suara, dan puisi. Bakat yang ditampilkan juga bagian dari perkembangan sains dan teknologi.

Santri tebuireng 2 merupakan santri yang berbakat, tercermin dari pensi ini. Kami tidak hanya membimbing santri dalam IPTEK tapi juga dalam hal lain seperti, pentas seni ini sebagai sarana dalam menyalurkan bakat serta program bahasa (arabic and english) agar santri tidak tertinggal dalam perkembangan Iptek, sambut mudir bidang pendidikan pesantren tebuireng H. Kusnaidi Said.

“Acara yang semarak ini hasil kerja keras para panitia, dengan berbagai bakat lebih anak-anak yang perlu diarahkan, seperti stick light dance. Kedepan kita mengadakan pensi bukan fasilitas yang ditingkatkan tapi isi/penampilan yang lebih baik, harus lebih kreatif dengan isi yang mengena/berpesan moral “ Evaluasi dari principle, ustadz ainur rofiq saat ditemui tim tebuireng.online seusai acara.

Seni mengandung berbagai warna, makna, dan ragam. Dengan mengusung nama, cita, dan bakat. Karya seni dengan tambatan kata santri bukan halangan unjuk kreasi. Kreasi tanpa batas ala santri tebuireng 2 dengan menjunjung syariat agama, negara, moral serta pesantren tebuireng.


Pewarta: Nadiah salma
Publisher : Admin



Sekolah Pertama Yang didirikan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani


www.smatrensains.sch.id-Setelah mengikuti kegiatan pelatihan GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) yang diadakan di Pesantren Tebuireng pada tanggal 20-22 Desember 2018,  membuat saya teringat kembali cerita tentang sekolah yang pernah didirikan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani.  Cerita ini disampaikan oleh Syeikh Fadhil Jailani (cucu ke 25 dari Syeikh Abdul Qadir Jailani) dalam acara Manaqib Kubro di Pesantren Raudhatul Ulum Kencong Pare Kediri tanggal 18 Desember 2018 lalu.

Ketika Syeikh Abdul Qadir Jailani diberi amanah sebuah sekolah atau madrasah qadiriyah, beliau membuat tiga aturan. Pertama, sekolah ini untuk semua orang muslim maupun non muslim. Kedua, sekolah ini gratis dan tidak dipungut biaya. Ketiga, semua orang non muslim bebas menjalankan agamanya dan tidak boleh dipaksa untuk masuk islam. Aturan ini menandakan bahwa sekolah yang didirikan oleh beliau adalah sekolah yang benar-benar mengedepankan toleransi dan sikap sebagai maincore pendidikannya. 

Awalnya, banyak orang yang mencibir sekolah yg didirikan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani,  danmencemohnya karena memang pada zaman tersebut sekolah ini termasuk antimainstream.
Pertama kali hanya ada tiga orang saja.  Namun berkat kegigihan beliau tetap meneruskan perjuangannya hingga seiring bertambahnya waktu bertambah menjadi 70.000 an orang. Sekolah tersebut menjadi sekolah maupun perguruan tinggi terbesar pada zaman itu dengan berbagai macam materi pelajaran agama dan umum yang diampu oleh seorang Grand Syeikh (profesor).

Diantara kurikulum yang diterapkan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani adalah kurikulum gabungan pelajaran agama dan pelajaran sains teknologi. Untuk pelajaran agama dilaksanakan pada waktu pagi hari hingga waktu dzuhur, serta diikuti oleh para siswa muslim. Pelajaran agama yang diberikan berkisar tentang ilmu tauhid,  fiqih,  tafsir,  hadits maupun akhlak tasawuf.  Sedangkan bagi para siswa non muslim,  mereka mendapat pelajaran sains dan teknologi ba'da dzuhur hingga sore hari. Pelajaran yang diberikan adalah astronomi,  ilmu ukur,  arsitektur dan sebagainya. 

Yang menarik dari sekolah ini adalah antara siswa muslim maupun non muslim hidup rukun berdampingan, tanpa ada yang saling mencaci maupun bertikai.  Diantara riwayat cerita yang terjadi,  suatu ketika ada salah seorang siswa non muslim yang menghadap kepada Sang Guru untuk bisa memeluk agama Islam,  kemudian oleh Sang Guru pun ditanya hal berikut ini,  "Adakah diantara murid2 muslim disini yang membayarmu untuk masuk agama Islam? “. Mereka menjawab dengan serentak "tidak ada wahai guru ". "Adakah diantara murid2 muslim disini yang memaksamu atau mengancammu untuk masuk Islam? ", tanya Sang Guru kemudian. " Tidak ada wahai guru ", tegas mereka.  Baru setelah jelas tidak ada sama sekali paksaan dan hal2 yg berkaitan dengannya, Syeikh Abdul Qadir Jailani berkenan untuk mensyahadatkan mereka.  

Dari peristiwa tersebut tampak jelas bahwa sistem pendidikan yang diterapkan oleh Syeikh Abdul Qadir adalah sistem pendidikan  berbasis hati dan toleransi tinggi, sehingga hasil yang diharapkan adalah keikhlasan tingkat tinggi dalam menjalankan agama maupun kehidupan ini.  Diantara ajaran beliau adalah untuk selalu menjaga prasangka baik kepada siapa pun yang ada.  Disamping itu selalu menjaga etika dan di akhlak yang baik dimana pun berada sesuai dengan tatanan dan adat istiadatnya. Seandainya sekolah zaman sekarang memiliki basis spirit pendidikan semacam ini,  semestinya etika dan karakter bangsa Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Disamping itu tentunya murid dengan ruang gembira ke sekolah tanpa paksaan maupun keterpaksaan.

Hal yang patut direnungkan dari apa yang diterapkan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani sebagaimana tercantum dalam adagium bahasa Arab yg cukup dikenal di kalangan pesantren :
الطريقة أهم من المادة؛  والمدرس أهم من الطريقة؛  وروح المدرس أهم من المدرس نفسه.
Metode itu lebih penting daripada materi. Eksistensi guru lebih penting daripada metode. Jiwa spiritualitas sang guru lebih penting dari guru itu sendiri. 

Dapat dipahami bahwa apabila guru memiliki metode mendidik yang baik, maka materi pelajaran akan lebih mudah diterima oleh peserta didik. Metode maupun teknik mendidik yang baik akan muncul ketika sang guru pun berwawasan yang luas dan berkarakter kuat.  Semua karakter yang baik tersebut muncul apabila jiwa guru itu baik,  atau dengan kata lain guru itu memiliki keikhlasan mendidik yang tinggi.  Guru tidak akan bisa menjadi baik apabila jiwa nya tidak baik,  terlalu sering mendapat tekanan sehingga murid pun ikut tertekan. Yang diperlukan adalah proses yang panjang untuk bisa membentuk jiwa guru yang baik dan tidak cukup dengan pelatihan maupun tutorial yang cuma diadakan beberapa hari. Dengan demikian yang diperlukan adalah proses pendidikan bukan hanya pendidikan proses. Sehingga pendidikan akan lebih berasa dan berarti.

*) Penulis: Ust Hanif Fathoni (Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas)