Trensains

Keunggulan

Mencetak generasi Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Dipandu Oleh Konsultan Ahli dari PTN

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Memiliki Program-program unggulan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Berakhlaq, Cerdas, dan Berprestasi

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Konsep Baru dalam dunia pendidikan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Mencetak Generasi yang Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang

Keunggulan SMA TRENSAINS TEBUIRENG

  • Mengadopsi kurikulum Nasional, Pesantren, dan Cambridge.

  • Menerapkan konsep kurikulum Semesta (unifikasi).

  • Pembelajaran mengedepankan dialektika antara Agama dan Sains.

  • Bermitra dengan ITS, Unesa, dan UIN Malang.

  • Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya.

INFORMASI SEPUTAR SMA TRENSAINS TEBUIRENG

Gus Fahmi Kunjungi Pesantren Tebuireng 4

smatrensains.sch.id-Kunjungan KH. Agus Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) yang didampingi oleh H. Lukman Hakim ke Tebuireng 4 Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Senin (15/01/2018) menjadi hari keberkahan dan kebahagiaan bagi santri. Para santri menyambut dengan iringan rebana dan shalawat. Di samping itu seluruh santri putra juga dapat bersalaman langsung dengan cucu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari itu.
Usai bersalaman dengan para santri putra, Gus Fahmi bertolak meninjau kamar-kamar dan ruang kelas santri. Tak lupa juga beliau meninjau lokasi Pondok Putri Tebuireng 4 yang memang antara lokasi pondok putra dan putri hanya berbatasan dengan dinding seng saja.
Saat di lokasi pondok putri, Gus Fahmi menyempatkan diri untuk berdialog sejenak dengan sebagian santri. Hal itu membuat wajah santri terlihat tampak begitu bahagia dengan kunjungan ini. Usai meninjau seluruh lokasi pondok, rombongan dari Tebuireng pusat menyempatkan diri untuk berfoto bersama santri putri.
“Acara kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi antara pengurus Tebuireng 4 dan Tebuireng pusat. Apalagi setelah ditunjuknya H. Lukman Hakim sebagai koordinator pengurus cabang Tebuireng,” ungkap Ustad Mujib Qodar, salah satu ustad di Pesantren Tebuireng 4.
Acara kunjungan ini berlangung selama sehari, mulai pagi hingga sore dengan berbagai macam rangkaian acara. Pagi hari digunakan untuk peninjauan lokasi dan pertemuan dengan pengurus yayasan maupun pesantren, sedangkan pada siang hari digunakan untuk pengajian bersama masyarakat dan wali santri.
“Nantinya seluruh pondok cabang Tebuireng bisa berkembang dan lebih maju ke depannya. Serta bisa melahirkan santri-santri yang saleh-salehah dan berguna untuk bangsa, agama, serta negara,” imbuh Ustad Mujib dengan menyampaikan harapannya.
.......................................................................................................................
Sumber : www.tebuireng.online

MARAKNYA PENGGUNAAN NAMA "TRENSAINS" MEMBUAT SEJUMLAH PIHAK ANGKAT BICARA



smatrensains.sch.id- Maraknya penngunaan  nama “Trensains” oleh sejumlah lembaga di luar lembaga dalam naungan LTI (lembaga Trensains Indonesia) membuat sejumlah pihak angkat bicara, tak terkecuali tanggapan datang dari sang penggagas/kreator Trensains.
Berikut ini tanggapan tentang maraknya penggunaan nama “trensains’’ yang ditulis oleh penggagas Trensains, Ustadz Agus Purwato, D.Sc.  melalui akun Facebooknya:
Trensains 2+1 Sragen, Jombang dan Tangsel
Trensains Yang Aduhai
Pesantren sains sudah agak keren
Trensains sangat keren
maka 2012 lalu kutetapkan nama ini menjadi nama lembaga pendidikanku
Awalnya kata ini kuniatkan untuk mengganti kata pesantren
Pesantren lembaga pendidikan yg mengajarkan agama Islam,
Sedangkan trensains adalah lembaga yg mengajarkan sains Islam
Tetapi di lapangan menjadi SMA Trensains
yaitu
SMA Trensains Muhammadiyah Sragen
dan
SMA Trensains Tebuireng
Sejak 2012 lembaga baru ini kugarap dengan serius
Aku wira-wiri Sby-Sragen, Sby-Jbg,
Sby-Jbg-Sragen,
Sby-Sragen-Jbg
bahkan
Sby-Yogja
unt kelas Trensains di Muallimin Yogja
dengan resiko dituduh nyinyir dan narsis Trensains kusuarakan terus menerus di hampir semua WAG yg aku member d dlmnya
agar orang tahu Trensains
dan agar orang mau berpartisipasi membangun Trensains Sragen
yang saat dimulai hanya bermodal bismillah
Trensains mempunyai visi-misi unik
Mei 2015 Lembaga Trensains Indonesia berdiri,
berbadan hukum
Desember 2015 nama Trensains didaftarkan di kemenkumham
untuk menghindari pembajakan Trensains dengan segala isinya
Banyak sekolah dan pesantren ingin ditrensainskan
Monggo,
dalam bentuk isi bukan nama trensains
Tetapi 2016 di Bondowoso ada srkolah menggunakan identitas Trensains
kita hubungi dan kita sampaikan perihal kata Trensains
dan meminta pihak yayasan tdk menggunakan istilah Trensains
Mau, selesai.
Sabtu mlm aku di Pekalongan,
ditanya seseorang yg ngaku pernah melihat SMP Trensains di Pekalongan.
Apa hubungan Trensains Pekalongan dengan Trensainsku?
Aku kaget, dan bertanya masa ada trensains di Pekalongan.
Orang itu kmd memperlihatkan web trensains Pekalongan
Weh ...
Ahad malam
ketika beri pengajian eksekutif di RSQIM
Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia Batang
yg dihadiri bbrp direktur RS, hakim, dosen, pimpinan ponpes dan banyak lagi lainnya
kusampaikan tentang status Trensains
sebelumnya, kutanya apa ada di antara hadirin yg dari yayasan SMP Trensains
ternyata tidak ada,
kusampaikan permohonan kpd hadirin yg kenal dg pihak yayasan yg saya sebut
agar tdk menggunakan istilah Trensains krn istilah trensains telah didaftarkan di kemenkumham
Trensains lembaga pendidikan yg kami rancang dg kurikulum spesifik
Sekolah atau pesantren lain boleh menggunakan isi Trensains tetapi tidak namanya
Pesantren Prof Dien Syamsuddin, pesantren Dea Malela di Sumbawa Besar nantinya mwnerapkan materi IPA Trensains,
guruunya telah kami training Agustus 2017 lalu
nama pesantren tetap Dea Malela tanpa kata Trensains ....
SMA Trensains ada dua
Sragen dan Jombang
satu lagi sisipan
TK Trensains di Tangsel
Selain itu ...jika ada ...
kami mohon segera berganti nama.”

Tanggapan lain datang dari SMA Trensains Tebuireng yaitu dari salah satu tim perintis dan pengembang kurikulum SMA Trensains Tebuireng, Ustadz Abdul Ghofur, kali ini tanggapan beliau tidak hanya dituliskan di akun Facebooknya tetapi juga di akun youtube dari sekolah yang dimaksud, berikut tanggapannya:
Trensains ada yang lain?
 Assalamualaikum Wr. Wb.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmatnya untuk kita semua, amin.
Saya adalah salah satu tim pengembang kurikulum SMA Trensains Tebuireng dan salah satu perintis SMA tersebut, beberapa hari yang lalu rekan saya bercerita bahwa kejadian serupa pada tahun 2016 yang lalu terulang kembali yaitu penggunaan nama “TRENSAINS” pada suatu lembaga pendidikan selain lembaga pendidikan dibawah bimbingan langsung dari LTI (Lembaga Trensains Indonesia), kita semua mengetahui bahwa lembaga yang berlabel “Trensains” adalah lembaga yang dikembangkan atas bimbingan langsung dari sang penggagas/kreator konsep Pesantren Sains (Trensains), Ust. Agus Purwato, D.Sc. atau yang lebih dikenal dengan bapak trensains Indonesia.
Sebagai salah satu orang yang mengembangkan kurikulum Trensains dan orang yang bersentuhan langsung dalam implementasi konsep tersebut, tentunya saya pribadi merasa berkeberatan atas pemakaian nama TRENSAINS yang disematkan pada lembaga yang bukan dalam naungan LTI, sebab jika suatu lembaga menggunaan nama tersebut, maka banyak konsekuensi-konsekuensi yang harus dilakukan terutama muatan kurikulumnya, program-programnya, serta syarat tenaga pengajarnya, padahal untuk layak mengajar di Trensains seorang guru harus melewati tahapan pembinaan dan clear terhadap konsep dasar atau gagasan Trensains (Pesantren Sains).
Memang Trensains menjadi daya tarik tersendiri dikalangan masyarakat saat ini dan menjadi salah satu bahan studi bagi orang yang belajar tentang konsep sains islam, namun jika ada lembaga yang menggunakan nama tersebut tanpa mengetahui maksud dan tujuan dari trensains, tentunya hal ini akan mengaburkan misi yang sedang kami perjuangkan, dan tidak dipungkiri pasti masyarakat akan menganggap lembaga-lembaga tersebut sama seperti Trensains yang sedang kami kembangkan, padahal faktanya tidak demikian.
Terima kasih.
Tanggapan juga datang dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMA Trensains Tebuireng periode 2017-2021, Ustadz Tendika. Beliau juga menuliskan melalui kolom komentar dari akun youtube dari sekolah yang dimaksud. Berikut adalah tanggapan beliau:
Semoga Allah Memberkahi tiap aktivitas kita. Perkenalkan sy adalah salah satu staf di SMA Trensains. Mohon maaf, sekiranya ada hal2 yg perlu kami informasikan: 1️⃣. Trensains® adalah nama yg telah terdaftar di Kemenkumham sejak tahun 2015. Inisiator dan pemegang paten atas nama tsb dikelola Lembaga Trensains Indonesia (LTI) dgn Penggagas Dr. Agus Purwanto (D.Sc) 2️⃣. Seluruh lembaga yg menggunakan nama tsb atas persetujuan pemegang paten/izin. 3️⃣. Substansi (sistem/ilmu) yg serupa dgn Trensains hak bagi siapapun yg menerapkannya, tetapi nama Trensains® hrs sesuai dgn ketentuan krn memiliki karaketistik spesifik, dan terdapat standard ketat terkait hal tsb. Pertanyaan kami, 1️⃣. apakah SMP Islam YPI telah mendapat izin dr pemegang paten? 2️⃣. kami mencermati tampilan video ini sebagian diduplikasi dr sumber yg terdapat di SMA Trensains yg tim kami susun. Sekitanya blm ada komunikasi, tentu hal tsb krg elok bg sebuah lembaga pendidikan”.
…………………………………………………………………………………………..
Publisher : Admin



UNTUK MENINGKATKAN KEILMUAN, TRENSAINS HADIRKAN ILMUWAN TOP DUNIA

smatrensains.sch.id- SMA Trensains Tebuireng kembali menghadirkan ilmuwan islam untuk membangkitkan semangat dan motivasi dalam rangka  meningkatkan wawasan  ilmu pengetahuan  dikalangan para santri. Kegiatan tersebut   dirangkai dalam program studium general (kuliah umum) yang bertema "Aplikasi pembelajaran kimia untuk meningkatkan karakter religius.”

Hadir satu dari 361 ilmuwan top dunia, beliau adalah Prof. Drs. H. Effendy, M.Pd, Ph.D. ahli dalam bidang kimia kristalografi, penerima Habibie award 2012, penemu 730 senyawa koordinasi baru dari unsur  golongan 15 seperti yang paparkan moderator dalam diskusi, ustadz Abdul Ghofur. "Pembicara kali ini seorang yang hebat, beliau adalah doktor lulusan University of Western, Australia yang lulus dengan pridikat Cumlaude (IPK: 3,9), Penerima Habibie Award tahun 2012 atas 22 tahun penelitiannya dalam sintesis dan penentuan senyawa koordinasi dengan menggunakan metode sinar X , penemu 730 senyawa  baru dari garam-garam tembaga, perak, dan logam-logam alkali dengan ligan-ligan dari unsur golongan 15, beliau juga salah satu ilmuwan yang  aktif dalam publikasi jurnal intermasional.”

Pada tahun 2012,  tercatat di dunia internasional terdapat 361 orang yang telah menemukan minimal 500 senyawa baru,  Prof. Efendy menempati urutan ke 223 dengan jumlah 629 unsur baru yang ia temukan saat itu.  Atas penemuan tersebut, menjadikan beliau masuk dalam deretan ilmuwan top dunia dalam bidang kristalografi. Selain itu, beliau  termasuk 3 dari ilmuwan muslim dan juga  satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam deteran ilmuwan top dunia dalam bidang kimia anorganik fisik yang berprestasi.

Menurut pak Eff begitu sapaan akrab Prof. Effendy, Tidak mudah menjadi orang top dunia, namun seharusnya banyak orang Indonesia yang menjadi orang top di dunia, syaratnya mereka harus berpendidikan mininal S3 dan menjadikan orang terbaik di dunia sebagai pembimbingnya dan pemerintah harus serius dalam peningkatan mutu para dosen. "kalau mau menjadi orang top sedunia itu harus S3, dan jadikanlah orang tertop dunia sebagai pembimbing dan motivasi. Dulu dosen saya saat menempuh S1 di Universitas Negeri Malang berpendidikan S2  sebanyak 2 orang dari 20 orang dosen, sehingga saat itu belum mutu lulusan yang dihasilkan belum begitu memuaskan.  Alhamdulillah sekarang sebagian besar yang menjadi dosen sudah berpendidikan doktor. Jikalau pemerintah serius untuk pendidikan maka seharusnya seluruh anggaran  dapat diserap semuanya dengan maksimal untuk peningkatan mutu pendidikan para dosen. " begitulah penuturan beliau.

Berkaitan dengan kondisi bangsa ini, beliau mengaku miris dengan kondisi pendidikan di Indonesia. menurut pengakuannya, beliau telah menganalisis masalah pembelajaran kimia SMA dan MA, pembelajaran yang terjadi saat ini banyak yang kurang mendasar secara konsep bahkan tidak sedikit yang salah konsep,  kurang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam sistem tatanama senyawa, kurang dapat mengembangkan  kemampuan berfikir tingkat tinggi,  dan belum berorientasi pada  pengembangan karakter. Menurut beliau sifat religius dalam pembelajaran kimia dapat  menumbuhkan sikap hidup yang selalu bersyukur, dan sikap yang semakin tunduk (beriman) kepada Allah SWT. Hal tersebut senada dengan paparan sang penggagas Trensains (Ust. Agus Purwanto, D.Sc) tentang aksiologi sains islam.

Acara kali ini terbilang sangat menarik. Pasalnya tidak hanya santri, para asatidz dan undangan pun dibuat tertawa dan bersorak ria, apalagi pada saat  pak Eff menyampaikan konsep-konsep dalam ilmu kimia serta miskonsepsinya para hadirin dibuat terpukau, begitu menariknya sehingga teriakan sholawat dan  yel-yel mengiringi persentasi beliau. Presentasi semakin lama semakin menarik, puncaknya ketika salah satu santriwati, Suciati Fitri dari kelas XII sains 4 mampu menjelaskan dengan baik pertanyaan yang dilontarkan oleh pak Eff, tepuk tangan dan gemuruh sorak pun semakin memeriakan acara ini. Menurut Pak Eff bahwa Trensains berpotensi menjadi sekolah yang sangat maju bahkan berpotensi menjadi sekolah bertaraf internasional, berdasarkan potensi yang telah dimiliki beliau menyarankan agar segera merumuskan program-program lompatan untuk mempercepat sekolah agar menjadi sekolah yang bermutu yang dapat melahirkan orang-orang (ilmuwan) top dunia.

Diakhir paparannya,  beliau menyampaikan bahwa untuk meningkatkan karakter religius pada siswa Indonesia, kita  harus  sadar akan 6 hal, yaitu ilmu yang kita pahami hanya sedikit karena segalanya mengikuti perkembangan zaman,  adanya keteraturan pada alam semesta, kita hidup karena belas kasih Allah SWT,  segala penciptaan allah SWT adalah yang terbaik,  jika Allah SWT melarang atas sesuatu pasti ada manfaat secara agama dan sains, dan juga perintah  Allah SWT itu pasti bermanfaat, terang Profesor lulusan  University of western,  Australia.

Sebagai penutup presentasinya, beliau menyimpulkan bahwa pembelajaran kimia dapat  digunakan sebagai alat untuk mengembangkan karakter religius siswa, yakni dengan cara merancang pembelajaran tersebut sebaik mungkin. Tidak hanya itu, kita juga dapat mengembangkan karakter religius untuk semua mata pelajaran,  sehingga tidak perlu ada satu mata pelajaran khusus karakter religius. Selain hal tersebut  untuk menjadi orang top di dunia  kita dapat menggali ilmu alam dan al quran yang didukung oleh kemampuan bahasa arab dan inggris  yang baik, dan kedua bahasa tersebut  harus dipraktikan  sejak dini.
………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Pewarta          : Salma dkk. (Tim Jurnalis Sekolah)
 Publisher       : Admin





KEPALA SEKOLAH: TRENSAINS MENGADAKAN KULIAH UMUM 4 KALI DALAM SETAHUN


smatrensains.sch.id- SMA Trensains Tebuireng kembali mengadakan kegiatan kuliah umum ketiga pada tahun pelajaran 2017-2018. Sebelumya, pada 6 januari 2018 kuliah umum yang bertema "Epistemologi islam Vs Mukjizat" disampaikan oleh sang pengagas Trensains, Utadz Agus Purwanto, D.Sc. Minggu 14 Januari  2018 SMA Trensains Tebuireng kembali mengundang pakar kimia (Ahli Kristalografi),  Prof.  Drs. H. Effendy M.Pd., Ph.D., dengan tema " Aplikasi pembelajaran kimia untuk meningkatkan karakter religius".
Seperti yang telah diungkapkan kepala sekolah sma Trensains Tebuireng,  ustadz Ainur Rofiq,S.T.,M.Pd.I  bahwa " Trensains mengadakan kuliah umum 4 kali dalam setahun,  terhitung kuliah umum hari ini merupakan kuliah umum ketiga yang telah direncanakan,  mengundang Prof. Drs.H. Effendy, M. Pd, Ph.D"
Demi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan sekolah yakni lahirnya generasi yang memegang teguh Al-Qur-an, mecintai dan engembangkan sains, dan mempunyai   kedalaman filosofis keluhuran akhlaq, maka salah satu upaya yang dilakukan dengan memprogramkan  kuliah umum. Kuliah umum merupakan salah satu kegiatan unggulan sekolah yang berada di desa Jombok Ngoro Jombang ini. Kuliah umum ini merupakan kuliah umum pertama kali dengan mengusung tema kimia. Ustadz Rofiq berharap anak anak dapat mengikuti kegiatan pagi ini dengan cermat untuk memperluas keilmuan alam dan islam.  
Sesuai dengan bidang yang ditekuni Trensains, sains alam dan sains islam, yang merupakan proyek peradaban islam yang mengharap ilmuan berkarakter religius. Mudir bidang pendidikan pesantren Tebuireng, yang diwakilkan  oleh ustadz Ahmad Sholahudin,  M.Pd. pun mengatakan "karakter ilmuan islam sudah mulai tertanam di jiwa anak Trensains Tebuireng. Dahulu,  islam jaya dalam bidang apapun sekarang tugas kita mengembalikan kejayaan yang pernah diraih islam".
Beliau pun mengatakan semua ilmu berasal dari Allah SWT, baik ilmu umum maupun agama. Karena pada zaman dahulu ilmuwan juga sekaligus ulama'. Semoga apa yang disampaikan pemateri tak hanya di pahami dan didengarkan tapi harus dapat dipraktikkan,  diterapkan bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk masyarakat.

.............................................................................................
 Pewarta   : Salma dkk.  (Tim Jurnalis Sekolah)
Publisher : Admin