Trensains

Keunggulan

Mencetak generasi Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Dipandu Oleh Konsultan Ahli dari PTN

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Memiliki Program-program unggulan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Berakhlaq, Cerdas, dan Berprestasi

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Konsep Baru dalam dunia pendidikan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Mencetak Generasi yang Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang

Keunggulan SMA TRENSAINS TEBUIRENG

  • Mengadopsi kurikulum Nasional, Pesantren, dan Cambridge.

  • Menerapkan konsep kurikulum Semesta (unifikasi).

  • Pembelajaran mengedepankan dialektika antara Agama dan Sains.

  • Bermitra dengan ITS, Unesa, dan UIN Malang.

  • Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya.

INFORMASI SEPUTAR SMA TRENSAINS TEBUIRENG

Lulusan SMA Trensains Beri Warna Beda Dunia Pesantren

smatrensains.sch.id—Para santri yang telah berproses dalam bangku pendidikan sekolah akan terlihat hasilnya saat di bangku perkuliahan. Untuk itu,  pesantren dan sekolah tertentu harus mempunyai ciri khas yang menjadi unggulan yang bisa dijadikan bekal bagi santri-santrinya, seperti apa yang dicanangkan SMA Trensains Tebuireng.
SMA Trensains Tebuireng memberikan bekal kepada para santrinya dengan ilmu-ilmu alam, ilmu-ilmu kehidupan, dan ilmu ketrensainsan (dialegtika agama-sains, islamisasi sains, dan filosofis) sebagai bekal menuju jenjang perkuliahan.
”Kesaktian dalam proses pendidikan akan terlihat di kampus. Bagi santri Trensains, para calon mahasiswa yang beda dari calon mahasiswa lain karena dalam menempuh sekolah telah diuji, dibekali ilmu-ilmu alam, ilmu-ilmu kehidupan, dan ilmu ketrensainsan seperti dialegtika agama-sains, islamisasi sains, filosofis, dan lain-lain,” ungkap penggagas konsep pesantren sains, H. Agus Purwanto atau Gus Pur saat acara Haflatul Muwadda’ah santri kelas XII SMA Trensains pada Kamis (03/05/2018).
Gus Pur mejelaskan bahwa Trensains membekali generasi muda masa kini yang disebut-sebut sebagai generasi milenial dan penerus peradaban bangsa dengan nilai-nilai luhur. Peradaban yang terlihat dalam masyarakat modern kini merupakan  kumpulan dari nilai, cita, perilaku, dan materi.
“Nilai bagi masyarakat modern ialah materialisme, menolak konsep jiwa dalam pandangang Islam, nilai ialah tauhid, rukun Islam, dan iman. Sedangkan Cita yang merupakan hasil ilmu pengetahuan tidak lagi netral karena hubungan manusia hanya bersumber ilmu jiwa saja yang melakukan hubungan karena rasa suka dan rela melakukan apapun demi mendapat kekuasaan,” tambahnya.
Gus Pur juga menerangkan, perilaku dan materi merupakan  produk yang terbentuk atas dasar ilmu pengetahuan, karena manusia tergerak oleh ego seksual untuk menarik interaksi. Hal itu menurutnya, menuntut produsen untuk memproduksi barang sesuai keinginan mereka, misalnya, celana jeans yang sudah marak dijadikan style para remaja saat ini.
Untuk itu, rendahnya pendidikan para pemuda saat ini, lanjut Gus Pur, perlu untuk dibenahi dan dibekali ilmu pengetahuan yang cukup. “Generasi saat inilah yang  akan mengubah Indonesia lebih baik. Indonesia menunggumu,” pungkas dosen fisika teoritik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu kepada seluruh santri.
Haflatul Muwadda’ah ini merupakan agenda perpisahan untuk kelas XII yang akan melanjutkan pengelanaan ilmu di berbagai tempat. Tahun ini SMA Trensains meluluskan 85 santri dengan rincian 32 putra dan sisanya merupakan santri putri. (salma)

PENGUMUMAN HASIL TES PENERIMAAN SANTRI BARU PESANTREN TEBUIRENG TAHUN PELAJARAN 2018-2019

Berikut hasil tes penerimaan santri baru Pesantren Tebuireng tahun 2018-2019:


Keterangan: 
Untuk pengumuman kelulusan unit pendidikan yang lain di lingkungan Pesantren Tebuireng dapat di akses di link berikut:
1. Situs PSB Tebuireng (disini) 
2. Situs P. Tebuireng (disini)

Pentingnya Santri Menguasai Bahasa Arab

smatrensains.sch.id-Mempelajari bahasa Arab merupakan hal yang sangat penting. Nabi Muhammad SAW pun dalam hal ini memerintahkan pada umatnya untuk belajar dan mengajar mengenai bahasa Arab yang merupakan bahasa Al Quran. Selain itu, dalam mempelajari aqidah, fiqh, dan hukum Islam juga dibutuhkan kemampuan bahasa Arab yang baik. Dalam mempelajari Al Quran dan kitab kuning seorang muslim juga diharapkan mampu menguasi bahasa tersebut, sehingga sangat diharapkan untuk tidak hanya fasih di dalam bahasa Inggris saja.
Hal itu diungkapkan oleh Ustadz Salman Farahi, pemilik pondok bahasa Arab Al Farisi Pare, yang merupakan santri di Pesantren Tebuireng dalam pembukaan kegiatan matrikulasi bahasa Arab di SMA Trensains Tebuireng, Senin (09/04/18) lalu.
“Nabi Muhammad telah memerintahkan umatnya untuk belajar dan mengajar, dalam hadis juga diperintahkan untuk belajar bahasa Arab. Jangan sampai umat Nabi Muhammad SAW hanya unggul dalam kemampuan bahasa Inggris. Umat Nabi utamanya haruslah memahami bahasa Arab sebagai pedoman dalam mempelajari Al Quran, baca kitab, dan menempuh cita cita,” ungkapnya di hadapan santri Trensains.
Menurutnya, bahasa merupakan alat utama dalam berkomunikasi antar individu atau kelompok. Di dunia terdiri dari ratusan bahkan ribuan bahasa sebagai sarana komunikasi. Ada beberapa bahasa internasional, salah satunya bahasa Arab yang dipakai di 24 negara di dunia. Bahasa Arab yang merupakan bahasa yang digunakan dalam kitab suci Islam namun, tidak semua orang Islam memahami bahasa Arab, padahal banyak orang di luar Islam yang sengaja mempelajari bahasa Arab untuk mengungkap berbagai literasi yang dibuat ilmuwan muslim pada zamannya.
Kepala SMA Trensains, Ustadz Ainur Rofiq mengharapkan santri SMA Trensains memiliki jangkauan luas dengan berbekal utama bahasa asing, Arab dan Inggris untuk membangun peradaban muslim serta merebut kejayaan Islam pada ilmu pengetahuan.
SMA Trensains Tebuireng menyambut baik program tersebut dengan menggencarkan bahasa pada seluruh santri, karyawan, dan guru Pesantren Tebuireng 2. Salah satu kegiatan rutin tahunan, camp berbasis bahasa, dapat berupa bahasa Arab atau bahasa Inggris. Kegiatan yang sekaligus mengisi waktu libur UN bagi santri kelas 10 dan 11, diadakan selama 4 hari terhitung mulai tanggal 9-12 April 2018. Saat ini santri kelas 10 berkesempatan lain, berlatih membuat batik dan mendalami Matematika dasar, sedangkan santri kelas 11 berkesempatan untuk mendalami bahasa Arab.
“Kegiatan Arabic camp diadakan untuk mengisi waktu libur kita, walaupun sebenarnya sih ingin bersantai-santai tapi karena kegitan ini sangat bermanfaat meskipun gak harus sekarang, pastinya nanti ke depan akan terlihat hasil belajar bahasa ini. Saya senang karena belajarnya dengan santai, kami belajar mufrodat isim (kata benda), fiil (pekerjaan), hiwar (percakapan), adawatul qoshiroh (ungkapan pendek), bernyanyi, dan banyak deh,” respon Muthia Salma saat diwawancarai mengenai kegiatan Arabic camp ini.
Ungkapan senangpun disampaikan tutor dari Al Farisi Pare yang berasal dari Probolinggo, Ustadz Nurul Huda, “Saya senang berkesempatan mengisi program bahasa di Pesantren Tebuireng 2 ini, di sini saya tidak hanya mengajar tapi saya juga belajar dari ashhab(teman-teman) di sini, karena kami bertukar ilmu bahasa Arab. Saya rasa ashab di sini sudah memiliki dasar mengenai bahasa, hanya saja agar lebih meningkatkan praktik berbicara yang sesuai dengan kaidah bahasa Arab,” terangnya mengomentari kondisi santri Trensains dalam penguasaan bahasa Arab. (Pewarta: Salma)

Mengambil Pelajaran dari Stephen Hawking

smatrensains.sch.id- Setelah beberapa lama tidak berkunjung, akhirnya penggagas Trensains, KH. Agus Purwanto, kembali mengunjungi SMA Trensains Tebuireng 2 pada Sabtu, (31/03/18). Kunjungannya kali ini membahas tentang gravitasi hingga belajar bagaimana mengambil pelajaran tentang perjuangan hidup Stephen Hawking.
KH. Agus Purwanto menjelaskan asal muasal gravitasi dari pemikiran tokoh-tokoh terkenal pada masanya seperti Aristoteles, Galileo, hingga Einstein. Ia membandingkan perkembangan teori gravitasi dari teori sederhana oleh Aristoteles, Galileo, Newton, hingga penyempurnaan oleh Albert Einstein. Dan pada akhirnya sampailah pada kesimpulan bahwa gravitasi disebabkan oleh ruang dan waktu yang melengkung
Selain itu, ia juga membahas tentang salah satu ilmuwan terbaik abad 21 yang baru saja meninggal 14 Maret lalu, Stephen Hawking. Menurutnya, ilmuwan yang terkena penyakit amyotrophic lateral sclerosis itu merupakan ilmuwan yang hebat, unik dan fenomenal. Sepanjang hidupnya, ia telah meraih 19 penghargaan internasional.
Uniknya, lanjut Kiai Agus bercerita, meskipun telah meraih banyak penghargaan tersebut sampai akhir hayatnya, ia belum meraih penghargaan nobel. Hawking telah mencetuskan 3 teori yang membuat ia menjadi fisikawan terkenal, yaitu teori black hole, radiasi hawking, dan dentuman besar. Kerangka berpikirnya banyak dipengaruhi oleh pemikiran Albert Einstein.
Luar biasanya, Hawking mendapatkan semua itu dalam keadaan saraf otak yang terganggu yang mengakibatkan ia lumpuh. Bahkan ia telah  divonis bertahan hidup dua tahun, nyatanya ia dapat bertahan hidup puluhan tahun, bahkan dengan karya-karya yang fenomenal.
“Ini menjadi pelajaran bagi kalian yang masih sehat, Hawking saja yang lumpuh dapat berkarya, mengapa kalian yang sehat tidak bisa melakukannya,” ungkap KH. Agus, yang biasa dikenal dengan sebutan Bapak Trensains itu.
“Dari kisah Hawking tersebut, saya dapat terinspirasi untuk belajar lebih giat lagi. Hawking yang secara fisik, tidak sempurna saja bisa, mengapa saya yang normal tidak bisa?” ungkap Naufal Afiq, salah satu siswa SMA Trensains Tebuireng. Dalam pertemuan ini, para santri tampak antusias dan semangat dalam mengikuti kuliah umum ini. (Pewarta: Muhaimin)