Trensains

Keunggulan

Mencetak generasi Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Sekolah dengan kurikulum Semesta

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Pembelajaran Mengedepankan Dialektika Agama dan Sains

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Dipandu Oleh Konsultan Ahli dari PTN

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Keunggulan

Memiliki Program-program unggulan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Berakhlaq, Cerdas, dan Berprestasi

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Konsep Baru dalam dunia pendidikan

#

Kunjungi Sekarang
Trensains

Trensains:

Mencetak Generasi yang Qur'ani

#

Kunjungi Sekarang

Keunggulan SMA TRENSAINS TEBUIRENG

  • Mengadopsi kurikulum Nasional, Pesantren, dan Cambridge.

  • Menerapkan konsep kurikulum Semesta (unifikasi).

  • Pembelajaran mengedepankan dialektika antara Agama dan Sains.

  • Bermitra dengan ITS, Unesa, dan UIN Malang.

  • Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya.

INFORMASI SEPUTAR SMA TRENSAINS TEBUIRENG

Sekolah Pertama Yang didirikan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani


www.smatrensains.sch.id-Setelah mengikuti kegiatan pelatihan GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) yang diadakan di Pesantren Tebuireng pada tanggal 20-22 Desember 2018,  membuat saya teringat kembali cerita tentang sekolah yang pernah didirikan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani.  Cerita ini disampaikan oleh Syeikh Fadhil Jailani (cucu ke 25 dari Syeikh Abdul Qadir Jailani) dalam acara Manaqib Kubro di Pesantren Raudhatul Ulum Kencong Pare Kediri tanggal 18 Desember 2018 lalu.

Ketika Syeikh Abdul Qadir Jailani diberi amanah sebuah sekolah atau madrasah qadiriyah, beliau membuat tiga aturan. Pertama, sekolah ini untuk semua orang muslim maupun non muslim. Kedua, sekolah ini gratis dan tidak dipungut biaya. Ketiga, semua orang non muslim bebas menjalankan agamanya dan tidak boleh dipaksa untuk masuk islam. Aturan ini menandakan bahwa sekolah yang didirikan oleh beliau adalah sekolah yang benar-benar mengedepankan toleransi dan sikap sebagai maincore pendidikannya. 

Awalnya, banyak orang yang mencibir sekolah yg didirikan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani,  danmencemohnya karena memang pada zaman tersebut sekolah ini termasuk antimainstream.
Pertama kali hanya ada tiga orang saja.  Namun berkat kegigihan beliau tetap meneruskan perjuangannya hingga seiring bertambahnya waktu bertambah menjadi 70.000 an orang. Sekolah tersebut menjadi sekolah maupun perguruan tinggi terbesar pada zaman itu dengan berbagai macam materi pelajaran agama dan umum yang diampu oleh seorang Grand Syeikh (profesor).

Diantara kurikulum yang diterapkan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani adalah kurikulum gabungan pelajaran agama dan pelajaran sains teknologi. Untuk pelajaran agama dilaksanakan pada waktu pagi hari hingga waktu dzuhur, serta diikuti oleh para siswa muslim. Pelajaran agama yang diberikan berkisar tentang ilmu tauhid,  fiqih,  tafsir,  hadits maupun akhlak tasawuf.  Sedangkan bagi para siswa non muslim,  mereka mendapat pelajaran sains dan teknologi ba'da dzuhur hingga sore hari. Pelajaran yang diberikan adalah astronomi,  ilmu ukur,  arsitektur dan sebagainya. 

Yang menarik dari sekolah ini adalah antara siswa muslim maupun non muslim hidup rukun berdampingan, tanpa ada yang saling mencaci maupun bertikai.  Diantara riwayat cerita yang terjadi,  suatu ketika ada salah seorang siswa non muslim yang menghadap kepada Sang Guru untuk bisa memeluk agama Islam,  kemudian oleh Sang Guru pun ditanya hal berikut ini,  "Adakah diantara murid2 muslim disini yang membayarmu untuk masuk agama Islam? “. Mereka menjawab dengan serentak "tidak ada wahai guru ". "Adakah diantara murid2 muslim disini yang memaksamu atau mengancammu untuk masuk Islam? ", tanya Sang Guru kemudian. " Tidak ada wahai guru ", tegas mereka.  Baru setelah jelas tidak ada sama sekali paksaan dan hal2 yg berkaitan dengannya, Syeikh Abdul Qadir Jailani berkenan untuk mensyahadatkan mereka.  

Dari peristiwa tersebut tampak jelas bahwa sistem pendidikan yang diterapkan oleh Syeikh Abdul Qadir adalah sistem pendidikan  berbasis hati dan toleransi tinggi, sehingga hasil yang diharapkan adalah keikhlasan tingkat tinggi dalam menjalankan agama maupun kehidupan ini.  Diantara ajaran beliau adalah untuk selalu menjaga prasangka baik kepada siapa pun yang ada.  Disamping itu selalu menjaga etika dan di akhlak yang baik dimana pun berada sesuai dengan tatanan dan adat istiadatnya. Seandainya sekolah zaman sekarang memiliki basis spirit pendidikan semacam ini,  semestinya etika dan karakter bangsa Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Disamping itu tentunya murid dengan ruang gembira ke sekolah tanpa paksaan maupun keterpaksaan.

Hal yang patut direnungkan dari apa yang diterapkan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani sebagaimana tercantum dalam adagium bahasa Arab yg cukup dikenal di kalangan pesantren :
الطريقة أهم من المادة؛  والمدرس أهم من الطريقة؛  وروح المدرس أهم من المدرس نفسه.
Metode itu lebih penting daripada materi. Eksistensi guru lebih penting daripada metode. Jiwa spiritualitas sang guru lebih penting dari guru itu sendiri. 

Dapat dipahami bahwa apabila guru memiliki metode mendidik yang baik, maka materi pelajaran akan lebih mudah diterima oleh peserta didik. Metode maupun teknik mendidik yang baik akan muncul ketika sang guru pun berwawasan yang luas dan berkarakter kuat.  Semua karakter yang baik tersebut muncul apabila jiwa guru itu baik,  atau dengan kata lain guru itu memiliki keikhlasan mendidik yang tinggi.  Guru tidak akan bisa menjadi baik apabila jiwa nya tidak baik,  terlalu sering mendapat tekanan sehingga murid pun ikut tertekan. Yang diperlukan adalah proses yang panjang untuk bisa membentuk jiwa guru yang baik dan tidak cukup dengan pelatihan maupun tutorial yang cuma diadakan beberapa hari. Dengan demikian yang diperlukan adalah proses pendidikan bukan hanya pendidikan proses. Sehingga pendidikan akan lebih berasa dan berarti.

*) Penulis: Ust Hanif Fathoni (Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas)


TIGA SANTRI SMA TRENSAINS TEBUIRENG TEMBUS OSK 2019


www.smatrensains.sch.id-Beberapa santri SMA Trensains Tebuireng berhasil lolos Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) tahun 2019. Mereka adalah  Ahmad Nailul Rosyad peringkat I bidang fisika, Firman Daniel peringkat III bidang kimia, dan Eris Girasto peringkat III bidang matematika. Dalam ajang tersebut, SMA Trensains Tebuireng mendelegasikan 29 peserta yang meliputi bidang matematika, fisika, kimia, biologi, geografi, kebumian, astronomi, dan komputer  yang berkompetisi pada 27 Februari 2019 yang lalu.

Untuk mempersiapkan ajang yang bergengsi tersebut, kandidat peserta olimpiade di SMA Trensains Tebuireng langsung dikomandoi oleh waka kesiswaan guna memastikan kesiapan para kandidat dalam mengadapi olimpiade kali ini. “Ketekunan oleh pembimbing dan peserta OSK, ketidakpuasan atas pengetahuan sehingga aktif untuk bertanya, dan doa yang dipanjatkan menjadi musyabab perolehan capaian mereka” Terang Ust. Umbaran sebagai waka kesiswaan yang mengemukakan pendapatnya berdasarkan proses yang ditempuh para peserta OSK.

Disisi yang lain, beragam tanggapan muncul dari pimpinan SMA Trensains Tebuireng atas capaian para siswa tersebut, ”Faktor pemenang adalah bibit bagus, proses yang bagus, waktu yang cukup, dan strategi yang bagus.” Ujar Ust. Tendika selaku waka kurikulum SMA Trensains Tebuireng. Lebih lanjut menurutnya, “Ini bukan pengalaman pertama bagi SMA Trensains Tebuireng. Pada OSK tahun 2016 enam murid SMA Trensains Tebuireng berhasil masuk ke dalam 10 besar. SMA Trensains Tebuireng mempersiapkan bibit unggulnya secara segi IQ dan psikologi. Para peserta kerap diberi saran dan motivasi agar tidak mudah menyerah dalam berjuang, sedangkan esensi perlombaan adalah sebagai sarana motivasi belajar.” Terang Bapak Tendika. “Perlombaan adalah bagaimana Anda hidup sebenarnya!” Imbuh Ust. Abdul Ghofur selaku waka sarana prasarana untuk memperkuat argumentasi bahwa olimpiade bukan merupakan satu-satunya tujuan, tetapi merupakan efek dari penyelenggaraan pendidikan yang baik.

Jika dilihat  dari data OSK dibidang MIPA telah terjadi peningkatan prestasi dalam dua tahun terakhir.  Pada tahun 2018  terdapat dua siswa yang masuk tiga besar ditingkat kabupaten, sedangkan pada tahun 2019 terdapat  tiga orang  siswa yang berhasil masuk tiga besar tingkat Kabupaten. Oleh karena itu, mereka dapat melanjutkan kompetisi di tingkat provinsi. Sontak, hal ini menuai apresiasi yang positif dari para guru pembina OSK tahun ini.
Menurut beberapa guru pembina OSK, kunci keberhasilan ini disebabkan oleh adanya sumber belajar digunakan dalam mempersiapkan ajang olimpiade. “Biasanya yang digunakan adalah buku Halliday Risnick, Kepler, dan kumpulan-kumpulan soal OSK tahun lalu.” Terang ustd. Fina sebagai guru fisika SMA.

Adapun proses  yang dilalui peserta agar dapat mewakili SMA Trensains Tebuireng adalah tahap seleksi yang diadakan tiga bulan sebelum ajang OSK. Pada tahap seleksi terdapat elminasi untuk memilah kandidat yang diajukan untuk OSK.  Selanjutnya, santri yang lolos akan digembleng oleh guru-guru SMA Trensains Tebuireng yang sudah mengecap asam garam dibidangnya. Namun, untuk pembinaan OSK kimia sedikit berbeda pola pembinaannya dari bidang olmpiade yang lain. Pembinaan di bidang kimia diadakan sejak sebelum liburan awal tahun 2017/2018. “Saat puasa tetap diadakan pembinaan melalui Whatsapp.” Jelas Ustdh. Rachma Nur Kartika sebagai guru Kimia di SMA Trensains Tebuireng. Para kandidat terus meluangkan waktu untuk belajar yang tidak luput dengan iringan do’a yang dipanjatkan. Begitulah perjuangan para peserta untuk menuai hasil yang ingin digapai.

Pewarta    : Hayah & Ila
Publisher  : Admin


Perspektif Sains: Bukti Keberadaan Tuhan dalam Keterbatasan Alam Semesta


www.smatrensains.sch.id-Penggagas Trensains, Ust. Agus Purwanto, Dsc kembali sambangi santrinya (Trensains Tebuireng) pada sabtu 16 maret 2019 seusai membicarakan masa depan Trensains dengan pengasuh tebuireng KH. Sholahuddin Wahid. Kedatangannya kali ini tidak sekadar menyambangi tetapi juga ngaji sains bersama para santri. Beliau memaparkan tentang keterbatasan alam semesta dari segi ruang dan waktu sebagai jawaban pertanyaan sabtu 9/3 lalu yang dirangkum dalam kuliah umum bertajuk “rahasia malam”,
“tidak lengkap rasanya bila saya sudah di jombang tanpa harus mengunjungi kalian. Sudah saya siapkan materi sebagai jawaban pertanyaan seorang santri sabtu lalu terkait pandangan ibn sina yang berdasar sifat Allah SWT, mukhalafatu lilhawadits maka Allah SWT bersifat qadim menurut perspektif sains. Dengan tema Rahasia Malam, materi yang kurang pas disampaikan disiang hari sebenarnya, berhubung saya datangnya di siang hari dan tidak bersabar menunggu petang datang untuk mengungkap rahasia malam yang banyak sekali bersama kalian.”

Lebih lanjut beliau memaparkan, merujuk QS As-Saffat ayat 37, ‘dan di waktu malam, apakah kamu tidak memikirkan?’. Muncullah pertanyaan “mengapa ada malam?” Lazimnya orang akan menjawab “karena ada siang”. Jikalau dibalik “mengapa ada siang?”, jawaban pastinya “Karena ada malam”. Secara umum fenomena tersebut terjadi karena pengaruh rotasi bumi pada porosnya sehingga permukaaan bumi yang menghadap matahari mengalami siang. Namun, terdapat kondisi khusus langit malam tetap gelap meskipun langit terkena pancaran sinar matahari dan ruang angkasa selalu gelap dikarenakan temperatur rata-rata ruang angkasa ialah 3°K atau setara dengan -270°C.

Menurutnya, apabila pengamat mengamati ruang angkasa dengan bantuan teropong, terlihat titik kecil yaitu bintang yang merupakan sumber panas dan memancarkan cahaya. Intensitas cahaya (daya yang dipancarkan) bintang terbatas karena terpaut jarak yang jauh, sehingga hal tersebut hanya dapat menerangi daerah tertentu dan tampak sebagai titik putih kecil dari bumi. Ini berarti ruang angkasa tersebut dingin dan gelap.

Disisi yang lain, apabila alam tak terbatas bumi mendapat intensitas cahaya yang tak terbatas dengan jumlah bintang yang tak terhingga sehingga bumia akan mengalami kondisi siang terus menerus (QS Al-Qashas 28:72). Fenomena malam-siang menunjukkan keterbatas alam dari segi ruang (bervolume tertentu) dan waktu (berawal-berakhir). Alam semesta senantiasa berubah dan bahkan pernah lahir (berawal) sehingga pasti juga akan berakhir. Hal ini, membuktikan bahwa alam semesta benar-benar diciptakan oleh Allah SWT dan tidak terbentuk secara sendirinya sebagaimana anggapan kaum atheis.

Kuliah umum kali ini memunculkan berbagai pertanyaan dari kalangan para santri. salah satunya terkait teka-teki alam semesta,
“yang diciptakan pertama kali oleh Allah SWT adalah Nur Muhammad, dari Nur Muhammad tersebut, lalu diciptakan segala sesuatu. berarti alam semesta diciptakan dari cahaya?” tanya salah seorang santri.

Pertanyaan tersebut dijawab sang penggagas yang akrab disapa Gus Pur, “Terserah apabila Big Crunch (Big Bang) dimaknai sebagai cahaya karena pemaknaan tersebut bergantung pada perspektif tiap individu. Akan tetapi, yang perlu ditekankan ialah tujuan dari trensains, mengilmiahkan tradisi kuno Islam baik yang bersumber dari Alquran maupun Sunnah Nabi Muhammad SAW.”

Pewarta: Nadia Salma & Nila Muhaimatul A.
Editor    : Admin

TRENSAINS UNGKAP HIDDEN HISTORY OF SCIENCE MELALUI KULIAH UMUM


www.smatrensains.sch.id-Bapak Trensains Indonesia, Ust. Agus Purwanto, D.Sc yang juga seorang ilmuwan dalam bidang fisika teori kembali menyambangi para santrinya pada (9/3/2019) untuk memberikan pengajian bertema “A More Complete Story of Science” yang dikemas dalam acara Studium General A Complete Story of Science di gedung balai Pusdiklat Pesantren Tebuireng. Sebagai pembuka beliau memaparkan terkait krisis dunia islam,
“biasanya kontribusi ilmuwan muslim dalam aspek teknis diabaikan oleh dunia barat. Maka kini saatnya explore the possibilities keilmuwan muslim. Sejarah Peradaban keilmuan dimulai dari Yunani Kuno berlanjut ke Renaissance (kebangkitan eropa), diantara peradaban tersebut terdapat peradaban yang sengaja disembunyikan atau sering disebut Dark Ages atau Hidden History.”
Dark ages merupakan Golden Ages peradaban muslim yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan peradaban modern. Golden Ages bermula pada abad ke-7M ditandai dengan dimulainya arab sciention tradition oleh Jabir Ibn Hayyan, Al Khawarismi, Ibn Sina, Ibn Rusyd, dll. Ilmuwan muslim mengeksplore, mengembangkan ilmu pengetahuan berdasarkan wahyu yang memunculkan ilmu pengetahuan dari ide yang diberi Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Hal inilah yang menjadi dasar dari epistemologi sains islam, diraihnya ilmu pengetahuan melalui alquran dan tradisi islam tanpa mengesampingkan keberadaan Allah SWT.
Trensains merupakan lembaga pendidikan pertama yang berani merubah sudut pandang kelimuwan dengan menggabungkan sains dan agama hal tresebut ditandai dengan penggunaan konstanta planck (ħ) sebagai identitas lembaga. Konstanta planck wujud revolusi pemikiran ilmuwan sains mengenai gelombang dan partikel. Civitas berharap dengan penggunaan  ħ dalam logo SMA Trensains Tebuireng para santri trensains juga memiliki pemikiran dan keberanian mendalami serta mengembangkan sains islam.
Selain itu, Trensains merupakan wujud revolusi pesantren yang telah ada sebelummnya, dimana mata pelajaran filsafat sains masuk dalam kajian utama ketrensains-nan sehingga mampu memperkokoh kedalaman pemikiran santri.
Pelaksanaan kuliah umum diikuti oleh seluruh santri trensains dengan penuh antusias. Seperti yang disampaikan salah satu santri kelas akhir, Azza Sanina
“Materi kuliah umum kali ini unik, kami dikenalkan sejarah peradaban islam dan materi ketrensainsan selain hitungan. Selain itu, keluasan materi yang disampaikan menambah wawasan dari apa yang telah kami pelajari dikelas.”

Pewarta : Nila, Salma
Publisher: Admin