Gus Sholah Buka Masa Orientasi Santri Pesantren Tebuireng 2 Trensains

Gedung Pesantren Sains Tebuireng II yang baru selesai dibangun, terletak di Desa Jombok kecamatan Ngoro, Jombang 5 km kearah selatan dari Pesantren Tebuireng induk.
Gedung Pesantren Sains Tebuireng II siap ditempati santri baru meski belum sepenuhnya selesai dibangun, terletak di Desa Jombok kecamatan Ngoro, Jombang 5 km kearah selatan dari Pesantren Tebuireng induk.
Tebuireng.org – KH Salahuddin Wahid selaku pengasuh pesantren Tebuireng membuka masa orientasi siswa baru Pesantren Tebuireng 2 SMA Trensains (21/6/2014). Pesantren yang berlokasi di wilayah Jombok Ngoro ini memang letaknya terpisah dari pondok induk yang berada di Tebuireng. Meskipun begitu, animo santri baru untuk belajar sangat tinggi.
Dalam acara ini, KH Salahuddin yang akarab dipanggil Gus Sholah menuturkan bahwa sudah saatnya umat islam kalangan pesantren membangun peradaban ilmu pengetahuan alam yang lebih intensif, salah satunya melalui pengkajian ayat-ayat Alquran yang sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan.
Beliau menambahkan bahwa Pesantren Tebuireng 2 SMA Trensains didirikan setelah mengkaji terobosan baru melalui buku ayat-ayat semesta karangan salah satu ilmuwan lulusan universitas ternama di Jepang Agus Purwanto dari ITS Surabaya. Baca juga: (Pesantren Semakin Diminati)
Dalam hal ini konsen SMA trensains digagas dan didirikan dalam rangka mencetak generasi pecinta al Qur’an, Hadits,  dan Sains kealaman. Proyeksi Santri TRENSAINS menjadi seorang ulama sekaligus ilmuwan.
Agus purwanto, salah satu pencetus Pesantren Tebuireng 2 Trensains juga menghadiri dan memberikan penjelasan singkat bagaimana pesantren dengan integrasi sains kelaman ini didirikan. Bahwa perlu adanya pemikir-pemikir baru di bidang sains yang lahir dari pesantren, salah satunya melalui Pesantren Tebuireng 2 Trensains. Baca juga: (Ngaji Shahih Muslim dimulai)
Salah satu wali santri Pesantren Tebuireng 2 Trensains pak Budi (33) asal Solo mengatakan bahwa putranya tiba-tiba ingin “nyantri” di Tebuireng dari informasi Internet, yang kemudian memilih SMA Trensains sebagai pilihan pendidikanya di Pesantren Tebuireng. Meski masih melakukan pengembangan di bidang infrastruktur, beliau mafhum dan memahami SMA Trensains masih dalam tahap “Babat Alas”.
Pesantren Tebuireng 2 Trensains terdiri dari 120 santriwan/wati dengan didukung 16 guru terpilih dan 3 staf kantor yang siap sedia melayani. Harapannya Pesantren Tebuireng 2 Trensains mampu memberikan luaran yakni paham alQuran, ilmu alam yang termaktub di AlQuran, dan mengaplikasikannya di dunia luar. (lutfi/tebuireng.org)