Kuliah Umum: Trensains Semakin Eksis dengan Wolfram bersama Ustadz Agus Purwanto, D.Sc

Pagi ini (23-11-2014) santri SMA Trensains mendapatkan kuliah umum dari Ustd. Agus Purwanto, D.Sc dengan topik "Mendobrak Kalkulus dengan Wolfram". Penguasaan  matematika Wolfram merupakan prayarat sebelum para santri memahami pola-pola interaksi antara Al Qur'an dan Sains. Kemahiran dalam bidang Sains merupakan tujuan dari Trensains, tidak hanya itu pola-pola interaksi dengan ayat-ayat kauniyah merupakan target lulusan trensains. Sehingga cita-cita terwujudnya ulama sekaligus ilmuwan akan benar-benar terealisasi di dunia islam, terutama dikalangan santri Pesantren Tebuireng.
Dengan penguasaan matematika Wolfram dikalangan para santri, akan membantu mereka untuk merenungi alam semesta, sebab matematika merupakan Tool of Science. karena dengan  merenungi kejadian-kejadian  alam semesta, berarti santri sedang mempelajari Biologi, Fisika, Kimia, Geografi dan Astronomi, dan sejatinya santri  tersebut sedang memahami pikiran, keagungan dan kehadiran sang Maha Pencipta, Allah Swt.
Pada umumnya, matematika dipandang menakutkan bagi sebagian besar pelajar di Indonesia, tetapi tidak untuk di Trensains, dengan kehadiran wolfram dan didukung penguatan nalar para santri akan menjadikan mereka santri-santri yang kuat dalam bidang matematika.
Selain mahir dalam bidang matematika, bagi santri Trensains Tebuireng ada empat syarat dasar yang harus disiapkan yaitu kemampuan bahasa Arab dan Inggris,   kemampuan nalar matematik, dan filsafat yang memadai, karena sebagian besar pembelajarannya  menggunakan bahasa Arab-Inggris, selain menu utama sehari-hari menuntut para santri untuk berpikir secara kritis dan mendalam.  Proyeksi alumni SMA Trensains Tebuireng  adalah lahirnya Ulama AAS (Ayat Ayat Semesta) yang memiliki spesialisasi dibidang sains kealaman, teknolog dan dokter yang mempunyai basis al-Quran, kedalaman filosofis serta keluhuran ahlak.
Dengan demikian,  Mimpi melahirkan para “Saintis Muslim” yang jujur dan bermoral sudah semakin dekat kita wujudkan. Hal itu karenaTrensains sudah ada di hadapan kita. (abdul-trens)

APA ITU TRENSAINS? (معهد تبوئرنج الإسلامى الثاني)


Trensains (Pesantren Sains) adalah konsep sekolah yang tidak menggabungkan materi pesantren dengan ilmu umum sebagaimana pesantren modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman al Qur'an, al Hadist dan Sains kealaman (natural science) dan interaksinya.
Poin terakhir, interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas Trensains yang tidak ada pada pesantren modern.
Bagi santri Trensains, kemampuan bahasa arab dan inggris menjadi prasyarat dasar, selain para santri juga dituntut mempunyai kemampuan nalar matematik dan filsafat yang memadai.
proyeksi kedepan bagi para alumni TRENSAINS adalah ilmuwan sains kealaman, teknolog, dan dokter yang mempunyai basis al qur'an yang kokoh.
 Apa keunggulan SMA Trensains Tebuireng?
  1. Menggunakan sistem kredit semester (SKS)
  2. Menerapkan 3 kurikulum sekaligus (kurikulum Adaftif) yaitu: kurikulum internasional, kurikulum nasional, dan kurikulum kearifan pesantren.
  3. Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya yaitu Agus Purwanto, D.Sc dosen ITS alumnus Universitas Hirosima Jepang beliau adalah penulis buku AAS (ayat-ayat semesta) dan NAAS (nalar ayat-ayat semesta) yang mengupas interaksi antara ayat-ayat kauniyah dengan sains kealaman dan Prof. Dr. Suyono, M.Pd dekan FMIPA UNESA.
  4. Kegiatan pembelajaran mengedepankan pemahaman ayat-ayat kauniyah yang bersumber dari al Qur'an dan al Hadist
  5. Memiliki Program Arabic Camp dan English Camp yang dibina oleh tutor yang berpengalaman
  6. Memiliki  Program FISMAT Camp (Fisika dan Matematika) yang dibina langsung oleh Agus Purwanto, D.Sc. program ini merupakan program matrikulasi sebagai basic pengetahuan untuk santri yang lolos seleksi sebelum masuk pembelajaran utama.
Apa target Lulusannya?
  1. Target Jangka pendek yaitu mengantarkan santri trensains masuk PTN favorit seperti: ITB, ITS, UI, UGM, UNAIR, IPB, UIN YOGYAKARTA, UIN MALANG, UNPAD, UNDIP, dll.
  2. Target jangka panjang yaitu mencetak santri yang mempunyai basis al Qur'an, al Hadist dan filsafat yang kokoh dalam semua profesi terutama ; ilmuwan sains kealaman, teknolog, dan dokter. 

TRENSAINS, Jalan Sunyi Pecinta al-Quran dan Sains (bagian 3)

Al-Quran dan Akal
Membicarakan sains sejatinya membicarakan hasil olah pikir dan aktivitas akal manusia, sehingga ada baiknya terlebih dahulu meninjau piranti dasarnya yakni akal. Terdapat fakta menarik tentang akal yaitu terdapat 49 kata (dasar) akal di dalam al-Quran. Menariknya, semua kata dimunculkan dalam kata kerja (fi’il) bukan kata benda (isim). Hal ini seolah mengisyaratkan bahwa akal bukan monumen untuk dipandangi, dipuja apalagi diberhalakan melainkan aktivitas yang harus dilakukan.
Lebih jauh, dari 49 kata akal dalam bentuk kata kerja ini, 48 dalam bentuk kata kerja sedang/akan atau imperfektum  fi’il mudhori’.dan hanya satu kata kerja lampau fiil madhi. Fakta ini seolah menyatakan bahwa pemikiran sebagai sejarah sala lalu memang boleh tetapi yang lebih penting adalah sekarang dan masa depan dengan berfikir dan terus berfikir. Klasifikasi kasar menampilkan akal dengan pola: ya’qiluun يعقلون  22 kali, ta’qiluun تعقلون  24 kali dan na’qiluنعقلya’qilu    يعقل ,  ’aqaluu  عقلوا   masing-masing satu kali. Masing-masing pola mempunyai karakeristik pesan tersendiri.
Beberapa catatan dapat diberikan pada dua pola utama yakni pola ta’qiluun dan pola ya’qiluunTa’qiluun adalah fi’il mudhari’ untuk pihak kedua, engkau atau kalian (banyak). Orang yang sedang membaca al-Quran dapat dipandang sebagai peristiwa dialog dengan al-Quran sebagai pihak pertama dan pembaca sebagai pihak kedua.
Al-Quran memberi pesan khas kepada setiap mitranya melalui redaksional ta’qiluun, yakni pesan moralitas, peringatan. Kita sebagai mitra berdialog al-Quran diingatkan bahwa manusia sering lalai dan tidak mau merenung. Manusia sering mementingkan hal remeh dan mengabaikan hal utama. Redaksi ta’qilunn juga menyampaikan bahwa al-Quran memuat etika dan petunjuk dalam berteman serta mencapai kemuliaan .
Al-Quran tidak meminta semua manusia memperhatikan kejadian atau fenomena alam kecuali fenomena yang memang setiap orang mengalamainya yaitu peristiwa kematian dan kelahiran, serta pertukaran siang menjadi malam dan sebaliknya. Karena kenyataannya banyak manusia yang abai dan lalai terhadap peristiwa tersebut.
Hidup dan mati, pertukaran siang dan malam bukan sekedar peristiwa mekanis yang rutin. Dalam peristiwa kematian terdapat sesuatu yang hilang dari jasad fisik, tubuh yang semula bisa bergerak kemudian menjadi onggokan yang disebut jenazah atau mayat. Sesuatu yang hilang tersebut mulanya berada di mananya manusia dan ketika mati menghilang ke mana.
Ketika menyaksikan kelahiran, manusia dapat bertanya bagaimana mungkin tetesan mani seorang lelaki yang bertemu dengan sel telur perempuan dapat menjadi titik noktah sangat kecil kemudian terus membesar bahkan bisa hidup. Bagaimana tetesan sederhana berkembang menjadi organyang sangat kompleks dan rumit? Dari manakah sesuatu yang menghidupkan tersebut dan kemudian bersemayam di bagian mana dari tubuh manusia? Tetapi sayang manusia akibat kemalasan berfikirnya sering mengabaikan peristiwa tersebut bahkan tidak jarang kemudian menganggap peristiwa itu dapat berlangsung dengan sendirinya.
Selain pesan moral dan etis, pesan yang perlu kita perhatikan dengan lebih serius adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi al-Quran dengan kita yakni bahasa Arab

Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS Yusuf 12: 2)

Sesungguhnya Kami menjadikan al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu berfikir. (QS az-Zukhruf 43: 3)

Umat Islam diminta untuk berfikir dan memahami seluk beluk bahasa Arab sebagai bahasa al-Quran. Setiap kalimat pasti tersusun dari sejumlah kata. Setiap pilihan kata demi kata di dalam al-Quran harus diperhatikan dengan cermat karena pesan memang disampaikan secara cermat, mempunyai tujuan tertentu dan tidak main-main atau trial-error.
Pola lain, ya’qiluun merupakan kata kerja sedang dan akan (fi’il mudhari’) dengan subyek oramg ketiga jamak. Komunikasi pola ini berarti al-Quran bercerita tentang pihak ketiga kepada pembacanya. Isi pesan yang disampaikan oleh ayat dengan muatan redaksi ya’qiluun mempunyai dua pola. Pertama, berkisah sekelompok manusia yang enggan menerima kebenaran dan hal baru, tidak beretika, bebal bagai hewan ternak, suka membuat kedustaan dan omong kosong, serta suka mengejek orang bersembahyang.
Orang-orang yang tidak mau berfikir ini meskipun berkelompok tetapi hati mereka sejatinya tercerai berai tidak bersatu. Mereka kadang mendengar omongan orang saleh tetapi mereka tidak mengerti. Orang-orang jahil ini suka panjang angan, ingin hidup lebih lama di muka Bumi. Akhirnya, mereka yang tidak mau berfikir ini, dilabel sebagai makhluk terburuk di sisi Allah.
Orang-orang yang tidak berfikir disebut dengan beberapa istilah yang berbeda, stetapi orang-orang yang berfikir disebut hanya dengan satu istilah qaumun ya’qiluun, kaum atau sekelompok orang yang berfikir dan suka merenung. Kelompok ini digambarkan sebagai orang mempunyai hati mau memahami sesuatu yang di dengar dan dilihatnya serta suka  memperhatikan apa saja tatkala melakukan perjalanan.
Al-Quran bercerita tentang orang-orang yang merenungkan kejadian langit dan bumi, tergelitik pada kapal laut yang berlayar dan mengangkut banyak sekali barang berat, maupun aneka hewan (QS 2: 164). Kaum ini juga memikirkan dengan serius bagian-bagian yang berdampingan di Bumi dan pohon bercabang serta yang tidak bercabang (QS 13: 4). Pohon dan buah kurma serta anggur yang dapat dijadikan minuman juga diteliti (QS16: 67). Pergantian siang dan malam, serta orientasi arah angin yang disebabkannya dianalisa dan dikaji juga (QS 45:5). Kilat dan hujan tidak luput dari perhatian para ilmuwan ini (QS 30: 24). Sebagian lainnya mengamati dan memikirkan benda-benda langit seperti matahari yang menyinari Bumi di siang hari, bulan dan bintang yang muncul di malam hari (QS 16: 12).
Kaum yang berfikir selain diungkapkan dengan istilah qaumun ya’qiluun juga dengan istilah qaumun yatafakkaruunقوم يتفكرون  dengan pengertian yang sama yakni perenung fenomena alam. Fenomena yang diamati dan dipikirkan seperti air hujan yang menyuburkan dan tumbuhan yang terserang hama (QS 10: 24), air hujan yang menumbuhkan zaitun,  kurma dan anggur (QS 16:11). Khasiat madu menjadi bahan perhatian (QS 16:99), juga buah yang berpasangan, Bumi yang terbentang, gunung dan sungai (QS 13:3). Pada dasarnya, obyek di langit dan di Bumi mengikuti kaidah yang dapat dipahami mereka yang mau memikirkannya (QS 45: 13).
Perbedaannya dibanding qaumun ya’qiluunqaumun yatafakkaruun juga untuk perenungan fenomena nonfisik yakni jiwa. Pertama, jiwa yang mengikat pernikahan (QS 30:21). Kedua, jiwa orang mati, tidur dan hidup bebas (QS 39: 42). Menariknya, al-Quran menyandingkan kata yadzkuruun يذكرون , berdzikir dengan yatafakkaruun. Orang-orang yang berdzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan ini sekaligus merenungkan penciptaan langit dan Bumi (QS 3: 191).
Dari pola dialog antara al-Quran dan para pembacanya dapat diperoleh gambaran berikut. Setiap orang, setiap kita diberi pesan agar kita mempunyai pemahaman moral dan merealisainya dalam interaksi antar manusia. Kita juga diperintah untuk merenungkan diri kita sendiri, asal usul, proses kejadian sampai akhir perjalanan hidup kita. Ahli hikmah menyatakaan
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ عَرَفَ رَبَّهُ
”Barangsiapa mengenal dirinya, maka mengenal Tuhannya”

Al-Quran pun tidak meminta setiap pembacanya untuk memperhatikan dan memahami aneka fenomena alam. Hanya dua fenomena alam yang dipesankan untuk direnungkan yaitu pergantian siang-malam dan waktu malam itu sendiri. Kedua fenomena ini merupakan fenomena rutin yang meliputi dan karenanya dialami serta dirasakan semua orang normal. Akibatnya, peristiwa ini berlalu begitu saja bagi orang kebanyakan tanpa kesan, tanpa renungan mengapa, bagaimana dan siapa di balik keduanya.
Al-Quran menyadari kemampuan dan minat setiap orang karena itu al-Quran tidak menganjurkan setiap mitra dialognya untuk memperhatikan dan memikirkan aneka fenomena alam yang spesifik. Fenomena seperti kapal ribuan ton dapat berjalan di air tanpa tenggelam, hujan yang diiringi sambaran kilat, gerak angin yang mampu mendorong perahu melaut serta angin yang mampu membawa putik tanaman, pohon yang bercabang dan tanpa cabang, dan lainnya hanya dipelajari oleh komunitas tertentu yang mempunyai kekuatan akal lebih, qaumun ya’qiluun komunitas ilmuwan.
Para pemikir sejak trio Thales, Anaximandros dan Anaximenes dari Malta, pemikir mistis dari pulau Samos Pythagoras sampai Archimedes dan Ptolomeus di Alexandria dapat dipandang sebagai qaumun ya’qiluun karena mereka memikirkan fenomena alam. Demikian pula dengan Aristhoteles dan Ptolomeus yang mempelopori gagasan bumi sebagai pusat alam semesta atau geosentris. Ptolomeus dan perenung sebelumnya yang lahir dan muncul sebelum al-Quran turun seperti mewakili tokoh Hayy Ibn Yaqzan dalam karya Abu Bakar Ibn Thufail. Hayy Ibn Yaqzan adalah sosok yang sejak orok diasuh seekor rusa. Ia memikirkan alam sekitarnya dengan kemampuan indera, hati dan akal pikirannya tanpa bimbingan manusia lain maupun wahyu dalam kitab suci.

Al-Quran memberi sebutan istimewa bagi pemerhati dan perenung alam dan isinya yaitu sebutan ulul albab (QS 3:190). Mereka menjadi pribadi yang berilmu, sosok yang alim dan disebut juga sebagai ulama. Para ulama ini merupakan sosok yang sangat hati-hati dalam laku dan kata karena sadar bahwa semua harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Mereka sangat takut pada Allah (QS Faathir 35: 28). Ulama di dalam ayat ini selain diidentifikasi sebagai sosok yang membaca kitab, menegakkah shalat dan menafkahkan sebagian rezeki (QS Faathir 35:29) juga perhatian pada fenomena hujan dan tanaman yang ditumbuhkannya serta fenomena di gunung-gunung (QS Faathir 35:27) . Ulama memperhatikan dan memahami fenomena alam.

TRENSAINS, Jalan Sunyi Pecinta al-Quran dan Sains (bagian 2)

Al-Quran dan Alam
Ada dua kenyataan yang dapat kita tangkap dari uraian di depan. Produk teknologi telah memenuhi dan mengepung kehidupan kita. Sayangnya, semua produk teknologi tersebut hampir tidak ada yang keluaran atau produksi dari negeri muslim. Kenyataan ini memunculkan pertanyaan bagaimana sebenarnya hubungan antara Islam dan sains sehingga umat Islam saat ini tidak banyak terlibat dan memberi kontribusi. Bagaimana Islam sebagai agama langit memandang sains sebagai produk manusia?
Knowledge is power, ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Diktum ini secara sederhana meniscayakan seseorang atau komunitas untuk menguasai sains jika ingin eksis. Masalahnya, sains seperti apa yang harus dipelajari dan dikembangkan agar tidak muncul hasil samping berupa nestapa masyarakat modern sebagaimana diuraikan di depan.
Sains yang dibahas di depan adalah sains yang menjadi pondasi teknologi yakni sains kealaman, natural science, bukan sains humaniora. Sains kealaman adalah sains dengan alam sebagai obyek kajiannya yang secara formal terbagi dalam bidang-bidang sains astronomi, biologi, fisika, kimia, geologi, farmasi dan kedokteran maupun terapan teknologinya.
Karena itu, langkah paling mudah dan praktis untuk mendapatkan gambaran atau pandangan tentang sains kealaman dari al-Quran adalah mengidentifikasi semua ayat yang menyinggung bagian-bagian alam dengan berbagai fenomenanya. Sebagai contoh, ayat kauniyah jika memuat kata air, awan, besi, bintang, burung, cahaya, darah, emas, jahe, kapal, kilat, langit dan zarrah. Perhitungan langsung menghasilkan 1108 ayat dimaksud dan masih bersifat umum. Pemilahan dengan batasan makna atau pesan lebih spesifik menyisakan 800 ayat.
Dua ayat yang memuat kata langit السماء- السموات dan Bumi الارض berikut dapat dijadikan contoh. Pertama,
¼çms9 $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur Îû ÇÚöF{$# ( uqèdur Í?yèø9$# ãLìÏàyèø9$# ÇÍÈ
Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di Bumi. dan Dialah yang Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS asy-Syuuraa 42:4)

Informasi yang diberikan ayat ini bersifat sangat umum dan tidak secara langsung menuntun pada konsep khusus tentang Bumi dan langit meskipun memuat kedua kata tersebut. Di dalam pandangan dunia tauhid realitas terdiri dari dua yaitu khaaliq خالق dan makhluq مخلوق , pencipta dan yang dicipta. Pencipta hanya satu Allah swt, selain Allah Sang Pencipta adalah makhluk ciptaan sekaligus milik-Nya. Ciptaan ada yang bersifat material dan imaterial; yang bersifat material adalah langit, Bumi dan isinya.
Kedua,

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan perintah-Nya ....  (QS ar-Ruum 30:25)

Ayat ini memuat informasi spesifik, langit dan Bumi berdiri tegak karena perintah-Nya. Pertanyaan yang dapat diajukan adalah bagaimana, kapan, berapa kali dan seberapa kuat perintah Allah diberikan untuk berdirinya langit dan Bumi. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dapat membawa pada konsep atau teori penciptaan langit dan Bumi atau jagat raya. 
Ada juga ayat yang bercerita keadaan setelah kiamat yang juga dikelompokkan sebagai ayat-ayat (alam) semesta. Contohnya,

Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas minuman yang bercampur jahe. (QS al-Insaan 76:17)

Ayat ini sebenarnya memberi informasi tentang hal yang masih gaib, surga. Masalahnya, penghuni surga akan diberi minuman dan minuman itu dicampur dengan tanaman yang banyak ditemukan di Bumi yaitu zanjabiila زنجبيلا jahe. Pertanyaan sederhananya adalah mengapa jahe bukan kopi, teh hangat atau es kelapa muda atau jus alpukat.  Jawaban atas pertanyaan ini juga akan membawa pada sains tentang tanaman khususnya jahe.
Informasi al-Qur’an tentang alam dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok besar. Pertama adalah informasi secara langsung secara tekstual sehingga tidak memerlukan penafsiran atau pemahaman lebih lanjut. Contoh pola ini adalah informasi tentang keistimewaan cairan dari perut lebah (QS 16:69). Kedua, informasi secara implisit dan memerlukan penafsiran lebih lengkap atas redaksional yang digunakan oleh ayat seperti rahasa semut (QS 27:18). Ketiga, informasi secara simbolik yakni oleh bentuk atau susunan huruf seeperti dalam kasus orbit benda langit (QS 36:40).


APA ITU TRENSAINS? (معهد تبوئرنج الإسلامى الثاني)


Trensains (Pesantren Sains) adalah konsep sekolah yang tidak menggabungkan materi pesantren dengan ilmu umum sebagaimana pesantren modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman al Qur'an, al Hadist dan Sains kealaman (natural science) dan interaksinya.
Poin terakhir, interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas Trensains yang tidak ada pada pesantren modern.
Bagi santri Trensains, kemampuan bahasa arab dan inggris menjadi prasyarat dasar, selain para santri juga dituntut mempunyai kemampuan nalar matematik dan filsafat yang memadai.
proyeksi kedepan bagi para alumni TRENSAINS adalah ilmuwan sains kealaman, teknolog, dan dokter yang mempunyai basis al qur'an yang kokoh.
 Apa keunggulan SMA Trensains Tebuireng?
  1. Menggunakan sistem kredit semester (SKS)
  2. Menerapkan 3 kurikulum sekaligus (kurikulum Adaftif) yaitu: kurikulum internasional, kurikulum nasional, dan kurikulum kearifan pesantren.
  3. Memiliki Konsultan Ahli yang berkompeten dibidangnya yaitu Agus Purwanto, D.Sc dosen ITS alumnus Universitas Hirosima Jepang beliau adalah penulis buku AAS (ayat-ayat semesta) dan NAAS (nalar ayat-ayat semesta) yang mengupas interaksi antara ayat-ayat kauniyah dengan sains kealaman dan Prof. Dr. Suyono, M.Pd dekan FMIPA UNESA.
  4. Kegiatan pembelajaran mengedepankan pemahaman ayat-ayat kauniyah yang bersumber dari al Qur'an dan al Hadist
  5. Memiliki Program Arabic Camp dan English Camp yang dibina oleh tutor yang berpengalaman
  6. Memiliki  Program FISMAT Camp (Fisika dan Matematika) yang dibina langsung oleh Agus Purwanto, D.Sc. program ini merupakan program matrikulasi sebagai basic pengetahuan untuk santri yang lolos seleksi sebelum masuk pembelajaran utama.
Apa target Lulusannya?
  1. Target Jangka pendek yaitu mengantarkan santri trensains masuk PTN favorit seperti: ITB, ITS, UI, UGM, UNAIR, IPB, UIN YOGYAKARTA, UIN MALANG, UNPAD, UNDIP, dll.
  2. Target jangka panjang yaitu mencetak santri yang mempunyai basis al Qur'an, al Hadist dan filsafat yang kokoh dalam semua profesi terutama ; ilmuwan sains kealaman, teknolog, dan dokter. 

Pesantren Tebuireng Membuka Pendaftaran Santri Baru 2015-2016

IMG-20141107-WA002
Pesantren Tebuireng sudah membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2015-2016, Gelombang I 15 Nopember – 26 Desember 2014 untuk pendaftaran Online bisa klik DISINI 
  • Unit Pendidikan
  • SDIT Ir. Soedigno Kesamben
  • Salafiyah Syafi’iyah
  • MA Salafiyah Syafi’iyah
  • SMP A. Wahid Hasyim
  • SMA A. Wahid Hasyim
  • SMA Trensains (Pesantren Sains)
  • Madrasah Muallimin
  • Ma’had Ay Hasyim Asy’ari
  • Syarat Pendaftaran
  • Membayar uang Pendaftaran Rp. 150.000
  • Foto Copy Kartu NISN (Nomor Indu Siswa Nasional)
  • Foto Copy Kartu Keluarga / KTP orang tua
  • Foto Copy Raport Semester Terakhir
  • Pas Foto 3×4 : 3 Lembar
  • Materi Tes Seleksi
  • Tes Potensi Akademik (Berhitung, Logika, dan Mengarang Bahasa Inggris)
  • Membaca Al-Qur’an
  • Muatan Lokal Pesantren (Khusus Mts, Ma dan Muaimin)
  • Materi MIPA (Khusus SMA Tresnsains)
  • Pendaftaran
  • Gelombang I 15 Nopember – 26 Desember 2014
  • Gelombang II Maret – Mei 2015 (Bila Kuota Gel. I Belum terpenuhi)
  • Tes Seleksi
  • Gelombang I 28 Desember 2014
  • Geombang II Ditentukan Kemudian
  • Tempat Pendaftaran
  • Gedung KH. Yusuf Hasyim Lt. II Pesantren Tebuireng
  • Informasi
  • Call Center 0828 9405 8671, 0822 3435 7357, 0856 0707 7007
  • SMS Center 0878 5649 2448 Fax. (0321) 867 867
Brosur bisa diunduh DISINI

TRENSAINS, Jalan Sunyi Pecinta al-Quran dan Sains

Bagian I : Capaian Sains dan Teknologi (Penulis: Agus Purwanto, D,Sc)
 Ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang sedemikian pesat. Hubungan massa dan energi, E=mc2, ditemukan di awal abad dua puluh. Terapannya berhasil direalisasi di pertengahan abad yang sama, bom atom hidrogen. Dua kota di negeri sakura Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak oleh kedahsyatan bom atom ini. Setelah peristiwa ini, berbagai negeri bagai berlomba mengembangkan teknologi persenjataan nuklir. Tidak lama setelah peristiwa mengerikan tersebut, sains dan teknologi kembali menghentak umat manusia. Sains dan teknologi ruang angkasa mengantar astronot Uni Soviet Yuri Gargarin mengarungi ruang angkasa selama 108 menit, dan astronot Amerika Neil Amstrong dikabarkan mendarat di Bulan. Di akhir abad dua puluh, teleskop ruang angkasa Hubble berhasil mengorbit pada ketinggian 330 mil dan memberikan gambar-gambar benda langit yang tak terbayangkan sebelumnya. Sebagaimana teleskop Hubble, internal sains sendiri memang mengalami perkembangan luar biasa dan mungkin tidak terbayang sebelumnya. ”Mikroskop” terbesar di dunia dibangun untuk melacak partikel terkecil di alam semesta. Mikroskop tersebut adalah Large Hadron Collider di CERN (Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire) Jenewa yang berupa terowongan melingkar dengan keliling 27 km. Akselerator pemercepat proton ini ditanam di kedalaman 100 meter di bawah permukaan tanah di daerah antara bandara internasional Jenewa dan gunung Jura. Kelahiran World Wide Web (www) di awal dekade 1990 dapat dipandang sebagai revolusi dunia informasi dan komunikasi. www yang berdasar pada konsep hiperteks merupakan salah satu proyek di CERN yang dikenal sebagai ENQUIRE yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi di kalangan peneliti fisika energi tinggi. sebelum pengembangan web, CERN merupakan pionir dalam pengembangan teknologi internet di awal tahun 1980an. Super-Kamiokande (Super-Kamioka Neutrino Detection Experimen) adalah contoh lain laboratorium fisika yang tidak pernah dibayangkan kebanyakan orang. Laboratorium ini berupa tangki silinder baja stainless yang diisi 50.000 ton air supermurni. Di luar dinding tangki terdapat 11.146 photomultiplier ekstra sensitif yang masing-masing berdiameter 51 cm. Laboratorium ini dirancang untuk melacak peluruhan proton dan neutrino dari atmosfer maupun matahari. Laboratorium ini berada di kedalaman satu kilometer di bawah permukaan tanah di kaki gunung Kamioka di kota Hida, sekitar 250 dari Tokyo ke barat laut. Dunia biologi bagai tidak mau kalah, di bidang ini dikenal istilah kloning (cloning) yang secara sederhana dapat diartikan sebagai proses reproduksi aseksual suatu organisme. Pengertian lain, kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan turunan dengan sifat sama dengan induknya baik segi hereditas maupun penampakannya dari suatu organisme. Teknik kloning modern menggunakan transfer inti dan sukses menggandakan beberapa spesies seperti kecebong, tikus, domba, kambing dan onta. Produk teknologi juga telah membanjiri kehidupan keseharian, tidak saja di kota-kota besar melainkan juga di pelosok-pelosok desa bahkan di lereng-lereng gunung sekalipun. Aneka liga sepakbola di tanah air maupun nun jauh di belahan benua Eropa sana kini dapat dinikmati oleh penduduk sampai di pelosok dusun terpencil. Telepon genggam,kini bukan saja dimiliki dan digunakan oleh para eksekutif atau para komisaris perusahaan multinasional. Pembantu rumah tangga, tukang becak, sopir angkot, pedagang asongan, anak-anak SD pun telah memiliki dan memanfaatkan benda mungil ini. . Makkah al-Mukarromah dan Madinah al-Munawaroh merupakan dua kota yang setiap tahunnya didatangi jutaan umat Islam dunia. Sebagai contoh musim haji 2012 yang dihadiri oleh 1,6 juta jamaah haji dari seluruh penjuru bumi. Untuk melayani transportasi jamaah jelas dibutuhkan angkutan umum dalam jumlah besar. Pemerintah Saudi telah berupaya menyediakan fasilitas tersebut. Bus-bus besar dapat dilihat dengan mudah di jalan-jalan kedua kota Mekah dan Madinah maupun di antaranya. Bus-bus tersebut produksi Jerman dan Cina.