DITAHUN KEDUA, SANTRI TRENSAINS TEBUIRENG MERAIH DUA TROPI KEJUARAAN KARYA TULIS ILMIAH

Trensains online. Gagasan Trensains sebagai proyek peradaban dan Al Qur’an sebagai basis epistemologi pengembangan sains tampaknya telah melekat pada diri para santri Trensains. Gagasan ini merupakan tujuan utama pendirian Trensains, dimana santri akan dipersiapkan untuk menjadi peneliti ilmiah yang profesional berbasis ilmu matematika, kimia, fisika, biologi, dan lain sebaginya sebagai wahana untuk mengungkap rahasia-rahasia ayat kauniyah yang ada di dalam al Qur’an.
Gagasan tersebut dirumuskan dalam visi, misi, dan tujuan sekolah. Selanjutnya diaplikasikan dalam setiap aktivitas pembelajaran di SMA Trensains Tebuireng. Untuk menginduksi gagasan tersebut dan menjadikan al qur’an sebagai kajian utama dalam pembelajaran, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya antara lain dengan meluncurkan mata pelajaran Al Qur’an dan Sains (ALS I, II, III, dan IV) dengan bobot masing-masing  2 SKS. Materi ini didesain agar santri memiliki kemampuan nalar yang baik dalam  menganalisa ayat kauniyah kaitannya dengan pengembangan sains.
Selain itu, sekolah juga merumuskan program-program unggulan baik untuk peningkatan kompetensi bahasa asing (arab dan inggris) maupun dalam bidang karya tulis ilmiah (research). Program research merupakan program wajib bagi setiap santri Trensains dan sekaligus berfungsi  untuk memperkuat konsep-konsep materi yang ada pada pelajaran ALS. Sebab rumusan-rumusan kompetensi dasar pada materi tersebut merupakan implementasi tuangan gagasan peradaban yang di cetuskan oleh KH. Salahuddin Wahid (Pengasuh Pesantren Tebuireng) dan Agus Purwanto, D.Sc (Ilmuwan dan Cendikiawan Muslim).
Tuangan gagasan tersebut tampaknya telah melekat pada diri santri, hal ini terlihat dari beberapa perubahan pada diri santri. Selain bertambahnya pemahaman agama dengan baik, mereka juga semakin mencintai sains. Pemahaman itu berkembang seiring dengan pemahaman mereka tentang rapuhnya pondasi sains klasik, dan liberalisasi  akibat berkembangnya sains modern. Ditengah-tengah kondisi tersebut, konsep islamisasi sains (al qur’an sebagai basis epistemologi pengembangan sains) telah memberi pemahaman pada para santri secara utuh dan telah menginspirasi para santri untuk selalu mendalami al Qur’an.
Selain itu, sebagian santri menuangkannya dalam penulisan karya tulis ilmiah (KTI). Insipirasi-inspirasi penulisan tersebut muncul ketika mereka mengikuti pembelajaran dan kegiatan Books Upgrading (telaah pustaka) terhadap buku-buku yang disediakan oleh sekolah. Hal yang paling mengejutkan datang dari sekelompok santri yang mencoba menuliskan gagasan peradaban dalam bentuk karya tulis, dari tulisan tersebut ternyata membuat heran  juri dari ISEF Unair pada ajang kompetisi Karya Tulis Ilmiah sabtu kemarin, “ untuk setingkat SMA ini sangat luar biasa dan ini sungguh sangat berat” paparannya.
Dalam perjalanan dua tahun ini SMA Trensains Tebuireng berusaha semaksimal mungkin meningkatkan potensi para santri baik dalam bidang akademik maupun bidang karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah yang meraih kemenangan dalam ajang kompetisi yaitu  KTI dengan judul ‘Formulasi Reposisi Al Qur’an Sebagai Basis Epistemologi Sains Masa Depan”  ditulis oleh Alkautsar, Churun Jauharotul A, dan Nada Hidayatusangadah  mendapatkan juara I Tingkat Nasional dalam kompetisi ISEF 2015  Universitas Airlangga, dan “Urgensi Pemahaman dan Pengembangan Sains yang Berlandaskan Al Qur’an” ditulis oleh Salma Maulidna Aini dan Hanifatul Qoniah mendapatkan juara II dalam ajang kompetisi LKTA tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh UNWAHA Jombang.
Dengan demikian sekolah sebagai proyek beradaban dapat diwujudkan, harapan kedepan trensains mampu memproduk bibit-bibit unggul calon ilmuwan yang mampu mengembangkan sains dengan basis epistemologi al Qur’an, sehingga liberalisasi agama akibat pengaruh sains modern dapat dijawab dengan baik oleh generasi-generasi mendatang, termasuk juga agama dan sains tidak akan terpisah sebagaimana yang terjadi pada saat ini. (Abd. Ghofur).