TRENSAINS SELENGGARAKAN STUDI OBSERVASI BIOLOGI DI KOTA BATU MALANG


Trensains online (19/03/2016), Sebanyak 202 santri SMA Trensains Tebuireng melakukan studi observasi pelajaran biologi di Kota  Batu Malang Jawa Timur pada hari Kamis kemarin. Studi observasi merupakan suatu kegiatan pengamatan terhadap objek kajian mata pelajaran, yang bertujuan untuk menuntaskan kompetensi-kompetensi dasar yang ada dalam suatu mata pelajaran. Dalam hal ini objek kajian (observasi)  yang dipilih adalah Jenis-jenis satwa dan miniatur organ tubuh manusia yang ada di ECO Green Park dan Museum Tubuh  di kota Batu Malang.
Pada kegiatan tersebut santri diwajibkan menyelesaikan tugas observasinya dengan melengkapi lembar kerja (LK) yang sudah dipersiapkan secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 15 sampai dengan 20 orang  untuk melakukan pengamatan terhadap objek-objek yang telah ditentukan.
Target kegiatan ini adalah semakin kuatnya konsep-konsep pelajaran biologi melalui pengamatan langsung terhadap jenis-jenis satwa (untuk santri kelas X) dan kuatnya konsep-konsep tentang sistem organ manusia melalui pengamatan terhadap miniatur organ tubuh yang terdapat pada museum tubuh kota Batu (untuk santri kelas XI). 
Selama kegiatan, santri dapat melakukan pengamatan langsung pada objek hidup seperti aneka jenis burung dan satwa-satwa lainnya, serta mereka mendapatkan penjelasan langsung tentang mekanisme sistem organ manusia dari tempat observasi.Kegiatan ini serentak membuat para santri semakin termotivasi, mereka mengaku selain mendapatkan tambahan ilmu kaitannya dengan pelajaran biologi, mereka juga semakin mengetahui obyek tersebut secara kontekstual, sehingga memperkuat konsep-konsep yang mereka dapat selama di kelas.

Studi observasi merupakan cara sekolah untuk melatih para santri dalam mencari fakta-fakta ilmiah, mendiskusikan fakta-fakta tersebut, dan mengkomunikasikan fakta-fakta itu melalui kegiatan presentasi hasil pengamatan serta melalui penulisan laporan. Melalui kegiatan ini, misi sekolah untuk mencetak kader-kader santri yang memiliki sikap ilmiah dan keterampilan ilmiah akan semakin terwujud. (Abdul Ghofur)