KONSEP PESANTREN SAINS

KONSEP "PESANTREN SAINS" SEBAGAI KONSEP BARU DALAM PENDIDIKAN
OLEH : ABDUL GHOFUR
SMA Trensains digagas dan dipelopori oleh Dr.H.C. Ir. K.H. Salahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng dan Agus Purwanto D.SC., salah satu dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Konsep pendidikan yang diterapkan oleh SMA Trensains Tebuireng adalah konsep “Pesantren Sains”.
Konsep pesantren sains atau Trensains merupakan implementasi dari pemikiran Agus Purwanto dalam wacana perkembangan islamisasi ilmu kontemporer.  Melalui dua buku  yang ditulisnya  yaitu Ayat-Ayat Semesta (AAS)  dan Nalar Ayat-Ayat Semesta (NAAS), digunakan sebagai pijakan oleh Trensains untuk melahirkan teori dalam ilmu pengetahuan. Sementara ayat-ayat al Qur’an digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan (epistemologi ilmu).
Sebagai konsep baru dalam pendidikan, fokus  kajian Trensains adalah  bahasa arab,  filsafat dasar, dan ilmu alam (fisika, kimia, biologi, matematika, dan astronomi) dengan menekankan pada pemahaman Al Qur’an dalam setiap aktivitas pembelajarannya.
Trensains (Pesantren Sains) adalah konsep pendidikan yang tidak menggabungkan materi Pesantren dengan ilmu umum sebagaimana pesantren modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Al Qur'an, Al Hadist dan Sains kealaman (natural science) dan interaksinya. Poin terakhir, interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas Trensains yang tidak ada pada pesantren modern.
Trensains memiliki tujuan : 1) meningkatkan wawasan para santri  melalui pengkajian yang mendalam, penelitian ilmiah, dan percobaan-percobaan  ilmiah. 2) meningkatkan ketrampilan para santri dalam bidang bahasa, pemanfaatan ilmu fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagaimnya, dalam rangka memahami dan membuka rahasia-rahasia alam semesta. 3) meneguhkan sikap akan kemaharajaan Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya melalui pendekatan fisika, kimia, biologi dan ilmu pengetahuan lainnya.
Kurikulum Trensains dirancang sedemikian rupa sehingga santri diharapkan mampu menguasai tool ilmu dasar seperti Bahasa Arab, Ulumul Qur’an, Ulumul Hadist, Filsafat dasar. Adapun fungsi Trensains yaitu menyiapkan tenaga peneliti ilmiah profesinal dengan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan, menyiapkan tenaga peneliti ilmiah professional sebagai wahana untuk mengungkap rahasia yang ada dalam ayat-ayat kauniyah, mengembangkan bidang penelitian ilmiah.
Sehingga konsep pendidikan Trensains merupakan konsep baru dalam pendidikan yang  mereformasi konsep pendidikan pesantren yang telah ada sebelumnya, dengan konsep utamanya yaitu menjadikan al Qur’an sebagai sumber kajian utama dalam pembelajaran dan menjadikan al Qur’an sebagai epistemologi pengembangan sains. Kedepan konsep pendidikan Trensains diharapkan dapat melahirkan ilmuwan sains kealaman, teknolog, dan dokter yang memiliki kedalaman filosofis serta keluhuran akhlaq.