Kuliah Umum Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri , Ilmuwan Muslim Jadi Ispirasi Santri Trensains Tebuireng



Trens Online.  Ratusan santri bersama asatidz, mudhir bidang pendidikan, dan perwakilan pengawas Pesantren Tebuireng kemarin (31/08/2016) mengikuti kuliah umum yang diberikan oleh Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri dari King Abdul Aziz City for Tecnology and Science  Saudi Arabia.
Dalam acara tersebut turut hadir pula KH. Agus Purwanto, D.Sc, pendiri Trensains beserta rombongan, salah satu anggota rombongan yaitu Dr. Bintoro AS. yang sekaligus murid Kyai Agus bertindak sebagai moderator kuliah umum.
Kuliah umum dengan tema “ Quantum Cryptography in Islamic Countries” tersebut serentak menjadi perhatian asatidz dan santri Pesantren Tebuireng 2 (Trensains), pasalnya dalam acara tersebut sang ilmuwan mengungkapkan bahwa konsep Cryptogarphy sebetulnya pertama kali digagas oleh ilmuwan muslim bukan ilmuwan barat. Beliau adalah Abu Yusuf Ya'kub Al-Kindi yang dikenal sebagai filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam, Nasabnya sampai pada Qahthan berdarah Arab asli. Semasa hidupnya, selain bisa berbahasa Arab, ia mahir berbahasa Yunani. Dia juga salah seorang ilmuwan besar muslim dalam bidang kedokteran dan pemilik salah satu pemikiran terbesar yang dikenal sepanjang peradaban manusia.
Sang ilmuwan juga mengungkap tentang kehebatan para ilmuwan muslim pada zaman dahulu serta kontribusinya terhadap perkembangan sains dan teknologi pada zaman sekarang, kontribusi tersebut antara lain dalam bidang kimia, biologi, astronomi, kedokteran, dan lain sebagainya. Hal ini sangat menginspirasi para santri SMA Trensains Tebuireng, sebab apa yang disampaikan sang ilmuwan tersebut senada dengan semangat pendirian Trensains. Menurut pengakuan Dina Rosalina (santri kelas XII-Sains 4) dan beberapa temannya saat diwawancarai oleh Trens Online bahwa acara tersebut begitu menginspirasi mereka, bahkan mereka berkeinginan untuk dapat mengikuti jejak para ilmuwan muslim masa lalu untuk dapat mengembangkan sains, dan tentunya dibagun dengan al Qur’an sebagai basis epistemologinya.

Walaupun acara tersebut disampaikan dalam bahasa arab dan inggris, tidak membuat para santri malas. Mereka  banyak mengajukan pertanyaan seputar perkembangan sains, selain itu sebagian santri juga  dapat merespon dengan cepat pertanyaan yang diajukan oleh sang ilmuwan. Karena respon yang sangat cepat tersebut, membuat sang ilmuwan memberikan hadiah kepada beberapa santri sebagai ungkapan rasa bangga beliau kepada santri Trensains Tebuireng. Program kuliah umum merupakan program unggulan SMA Trensains Tebuireng yang dirancang empat kali dalam satu tahun dengan menghadirkan para ilmuwan, akademisi, dan guru besar baik dari dalam maupun luar negeri dengan tujuan untuk memberikan wawasan, motivasi, dan inspirasi bagi santri Trensains.(Abd/).