Gelombang II Pendaftaran Santri Baru 2018-2019 Dibuka

smatrensains.sch.id— Awal bulan Maret 2018 kali ini sudah ditunggu oleh para calon santri baru. Pesantren Tebuireng akan membuka pendaftaran Penerimaan Santri Baru (PSB) Gelombang II tahun akademik 2018-2019 pada tanggal 01 Maret s/d 01 April 2018. Gelombang II ini dibuka karena kuota pada gelombang I belum penuh, maka para calon santri harus melakukan persiapan matang dalam ujian tes nanti.
“Banyak dari para calon santri yang mau melanjutkan ke jenjang selanjutnya, misalnya dari SLTP ke SLTA di Pesantren Tebuireng, mereka meremehkan ujian tes. Dianggap jika lulusan SLTP akan mudah melanjutkan ke SLTA, tapi nyatanya banyak juga yang tidak lulus. Maka, diharapkan di gelombang II ini bisa lebih serius lagi melewati tes seleksi yang ada,” ucap Ustadz Liham Hasan, salah satu panitia pusat PSB.
Untuk persyaratan pendaftaran seperti pada gelombang I, yaitu menyerahkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) 1 lembar, Foto Copy KK dan KTP orang tua 2 lembar, Foto Copy Raport kelas 5 (SD/MI) Raport kelas 8 (SMP/MTs), Pas Foto 3×3 sebanyak 3 lembar, membayar uang pendaftaran Rp. 200.000,- di panitia. Juga menyerahkan Foto Copy sertifikan prestasi lomba/penghargaan min. tingkat Kabupaten (jika memiliki).
“Untuk pelaksanaan tes seleksi tanggal 15 April 2018, materi seleksi sama seperti pada gelombang I, ada psikotes, tes potensi akademik, membaca Al Quran, wawancara, muatan lokal pesantren; baca kitab, percakapan Bahasa Arab dan Inggris (khusus MA dan Mu’alimin), materi MIPA dan bahasa Arab (khusus SMA Trensains),” ungkap Samsul Arifin, S.Pd., Ketua Panitia PSB.
Mengenai tatacara pendaftaran, bisa dilakukan melalui via online atau off line. Prosedur via online dengan mentransfer biaya pendaftaran ke Bank Mandiri Cabang Jombang No. Rek. 142 002 442 4441 a.n Yayasan Hasyim Asy’ari. Lalu mengkonfirmasi pembayaran ke panitia dengan mengirim bukti pembayaran via Whatsapp di 0822-3435-7357, dengan format ; “Nama Calon Santri/Jenis Kelamin/Unit Pendidikan yang di daftar/Tanggal Transfer/Nominal Transfer”. Contoh: Zainul Arifin/L/SMA Trensains/04-03-2018/12.00/200.000,-. Untuk persyaratan pendaftaran lainnya dikirim lewat pos atau jasa pengiriman lainnya.
Sedangkan untuk via offline, bisa mendatangi langsung tempat Panitia Pusat PSB Pesantren Tebuireng di lantai 2 gedung KH. M. Yusuf Hasyim, dan disarankan untuk mengajak calon santri. Untuk info lebih detail bisa melalui narahubung di 0822-3435-7357 dan 0857-0670-0730, atau mengakses di http: psb.tebuireng.online

Santri Trensains Ikut Dampingi Jokowi ke Australia


smatrensains.sch.id- Santri SMA Trensains Tebuireng berkesempatan mengikuti program Outstanding Youth for the World (OYTW) ke-7 yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI). OYTW 2018 ini melibatkan 18 pelajar SMA dari berbagai sekolah di Indonesia guna promosi dan peningkatan citra Indonesia di luar negeri serta perumusan kebijakan luar negeri. Kegiatan  OYTW ini berlangsung sejak tanggal 12-19 Maret 2018.
“Alhamdulillah 2 santri Trensains Tebuireng berkesempatan mengikuti program yang diselenggarakan Kemlu RI, Outstanding Youth for the World ke-7 yang diikuti 18 pelajar dari berbagai sekolah di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap promosi dan peningkatan citra Indonesia di Australia pada 12-19 Maret 2018,” ungkap Kepala SMA Trensains Tebuireng, Ustadz Ainur Rofiq.
Program OYTW 2018 telah dibuka pada 12 Maret 2018 di gedung Kemlu RI, selama 2 hari (12-13/03/18) dilakukan pembekalan dari Kemlu RI mengenai apa saja yang harus di lakukan di Australia.
“Senang banget karena saya memang belum pernah pergi ke Jakarta, Jakarta itu indah, banyak gedungnya apalagi kalau malam bagus banget, tapi sayangnya sering macet. Apalagi kesempatan emas yang tidak disangka-sangka telah diberikan kepada saya untuk berangkat ke Australia dan tidak lupa untuk terus bersyukur kepada Allah,” ungkap Dedi salah satu peserta OYTW dari Trensains Tebuireng saat dihubungi via whatsApp.
Diagendakan peserta OYTW 2018 bersama Menlu (Menteri Luar Negeri) di Sydney, Australia, akan berdialog interaktif dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia serta bertemu komunitas Islam Australia, komunitas Islam Indonesia yang menetap di Australia, dan komunitas beragama di Australia.
Kepala SMA Trensains Tebuireng sangat berharap Dedi dan Icha yang berkesempatan mengikuti OYTW 2018 memberikan kesan yang baik pada Kemlu RI. Diagendakan mereka akan tiba di Jombang pada 20 Maret 2018 dan akan mempresentesikan pengalaman selama di Australia di depan para santri dan civitas Trensains Tebuireng. (Pewarta: Salma)








Belajar Fisiologi dan Sejarah Sambil Bermain

smatrensains.sch.id— Dalam waktu tertentu, siswa membutuhkan kegiatan yang edukatif sekaligus bermain. Kegiatan itu juga bisa membantu mereka menghilangkan stres dan penat setelah padatnya kegiatan belajar dan ujian, tanpa menghilangkan sisi edukasinya.
“Field tripnya asyik! Kita bisa belajar sekaligus bermain bareng ustad/ustazah dan juga, hitung-hitung buat melepas penat habis PTS. Memang sesekali perlu begini, bermain, tapi bisa sambil belajar,” ungkap salah satu siswa kelas XI, Nur Fatimah, dengan wajah sumringah di sela-sela mengikuti kegiatan field trip SMA Trensains Tebuireng ke Museum Bagong dan Jatim Park 1 pada Senin (19/03/18).
Fathimah juga mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh segenap siswa kelas XI pasca PTS Genap Menurutnya, kegiatan yang berpusat di Malang ini membuat para siswa dapat belajar dan berekreasi dalam satu hari.
Adapun rute field trip ini diawali dengan observasi biologi yang bertempat di Museum Tubuh Bagong Malang. Dengan Museum ini, siswa-siswi dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran tentang fisiologi dan anatomi tubuh manusia. Pasalnya, banyak replika tubuh manusia yang dapat mereka amati dan teliti, seperti halnya rongga mulut, paru-paru, hati, usus dan lainnya.
Selain itu, para siswa juga diberi fasilitas tes gulah darah, kesehatan mata, dan jumlah lemak dalam tubuh secara cuma-cuma. Dalam hal ini, tentunya para siswa juga diberi lembar catatan sebagai tanggung jawab dari perjalananya.
Setelah puas di museum, para siswa melanjutkan petualangannya di Jatim Park 1. Berbeda dengan kunjungan sebelumnya yang hanya full bermain gim, kali ini mereka bermain di wahana-wahana permainan yang disediakan sekaligus melakukan studi sejarah di taman sejarah yang berada di dalam Jatim Park 1. Para siswa diminta untuk mengamati dan menuliskan hasil studi tentang sejarah yang ada di Indonesia, seperti tentang rumah adat, arca dewata, peninggalan candi Hindu-Budha, dan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan lain sebagainya.
Dalam kegiatan ini, para siswa didampingi oleh guru pengampuh, wali kelas masing-masing, dan beberapa guru lainnya. Agenda rutin setiap tahun ini, selalu disambut positif dan aktif oleh segenap siswa. Kegiatan belajar sambil bermain di Kota Apel ini, sebelum kembali ke pondok, ditutup dengan menikmati malam di Alun-Alun Batu. (Perwarta: Khorida

Belajar Biologi Langsung di Alam Terbuka

smatrensains.sch.id— Belajar di alam terbuka dapat membantu siswa menyatu dengan alam sekaligus mempelajari alam sebagai bentuk edukasi.  Untuk itu siswa kelas X SMA Trensains melakukan observasi Biologi ke Kebun Raya Purwodadi Pasuruan Jawa Timur pada Senin (19/03/18). Dalam kegiatan yang dilakukan pasca pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) genap ini, para siswa didampingi oleh guru pengampuh, wali kelas dan pembina kamarnya.
Para siswa dapat belajar tentang berbagai macam spesies tumbuhan yang menghuni Kebun Raya Purwodadi. Di sana, mereka didampingi pengampuh lapangan menjelaskan tentang jenis, umur, sampai sifat-sifat biologis tumbuhan-tumbuhan yang ada. Pasalnya, kebun dengan luas sekitar 85 hektar ini, memiliki 11.000 spesimen tumbuhan, mulai dari tumbuhan lokal, hingga yang berasal dari luar negeri seperti, Belanda dan Madagaskar.
Salah satu siswa, Munaminatul, menjelaskan bahwa kegiatan ini, para siswa berkesampatan mengamati tumbuhan-tumbuhan yang ada. Mereka diminta untuk mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jenisnya, ciri-cirinya dan juga nama latinnya.
“Banyak pohon-pohon baru dengan nama latinnya. Jadi kita bisa dapat pengetahuan baru. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengabadikan panorama ini,” tambah siswi kelas X asli Jombang itu  dengan wajah ceria.
Mengingat bahhwa kebun raya purwodadi sangat luas, lanjut Muna, panggilan akrabnya, pengelola wisata menyediakan jasa sewa sepeda. Para pengunjung bisa menikmati jasa tersebut dengan hanya merogoh kantong 10.000 saja.
Setelah puas menikmati alam dan flora di Kebun Raya Purwodadi, perjalanan mereka di lanjutkan menuju Masjid Cheng Ho di Pandaan Pasuruan. Para siswa menikmati arsitektur masjid yang ala Tionghoa. Selain menikmati arsitektur masjid yang sangat unik, para siswa juga dimanjakan denga kuliner-kuliner yang khas.
“Selain kita mengamati arsitektur yang indah, mata kita juga  dijernihkan dengan rentetan surga makanan. Kalian akan menemukan jajanan baru, yaitu jus jagung dan bakpao telo,” kata Arifa salah satu siswi kelas X-4. (Pewarta: Lintang)

Baik Buruknya Teknologi Informasi Tergantung Penggunanya

smatrensains.sch.id—Alat-alat teknologi informasi merupakan instrumen. Adapun baik dan buruknya tergantung bagaimana manusianya menggunakan alat-alat tersebut dalam kehidupan sehari-sehari. Di era sekarang ini, manusia tidak bisa dilepaskan dari alat teknologi informasi canggih bernama ponsel pintar atau smartphone.
“Senjata itu bergantung. Senjata ini ditentukan oleh siapa yang membawanya, kalau yang bawa pencuri tentu akan beda sama yang bawa tentara,” ungkap Dosen Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Mohammad Farid, saat menyampaikan materi penanaman nilai-nilai luhur terhadap budaya dalam negeri di kalangan pelajar, khususnya remaja masa kini, di SMA Trensains Tebuireng, Jombok, Ngoro, Jombang pada Kamis (22/03/2018).
Ia juga memaparkan tentang screen time syndrome  atau gejala sosial masa kini yang melanda manusia di era di mana  masyarakat tidak luput dari perangkat canggihnya, yaitu smartphone. “Kalau smartphone-nya digunakan untuk baca Al Quran sama mendengarkan murattal, tentu beda sama yang dipakai sosmedan. Jadi yang salah itu manusianya, bukan perangkatnya,” lanjutnya.
Kepala Unit Pembinaan Perpolisian Masyarakat (Kanitbinpolmas) Polres Jombang, IPDA Irianto, yang juga menjadi salah satu pemateri dalam acara yang merupakan hasil kerjasama Polres Jombang dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) itu, menayangkan beberapa video mengenai penyimpangan-penyimpangan remaja yang melanda Indonesia, seperti merokok, hiburan malam, narkoba, dan lain-lain. Ia juga menjelaskan pengaruh negatif dari hal-hal tersebut secara gamblang di hadapan siswa-siswi SMA Trensains Tebuireng.
Salah satus siswi SMA Trensains, Nila mengakui acara ini sangat bermanfaat. Namun ia berharap para siswa benar-benar mengikutinya dengan saksama. “Semoga acara ini tidak hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri,”ucapnya.
Di akhir acara, penyelenggara memberikan angket kepada para siswa mengenai pentingtidaknya acara tersebut. Hasil dari angket ini dipakai sebagai acuan evaluasi Polres Jombang terhadap tindakan dan pola kehidupan remaja Indonesia masa sekarang. (Pewarta: Nouvelli)