Belajar Fisiologi dan Sejarah Sambil Bermain

smatrensains.sch.id— Dalam waktu tertentu, siswa membutuhkan kegiatan yang edukatif sekaligus bermain. Kegiatan itu juga bisa membantu mereka menghilangkan stres dan penat setelah padatnya kegiatan belajar dan ujian, tanpa menghilangkan sisi edukasinya.
“Field tripnya asyik! Kita bisa belajar sekaligus bermain bareng ustad/ustazah dan juga, hitung-hitung buat melepas penat habis PTS. Memang sesekali perlu begini, bermain, tapi bisa sambil belajar,” ungkap salah satu siswa kelas XI, Nur Fatimah, dengan wajah sumringah di sela-sela mengikuti kegiatan field trip SMA Trensains Tebuireng ke Museum Bagong dan Jatim Park 1 pada Senin (19/03/18).
Fathimah juga mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh segenap siswa kelas XI pasca PTS Genap Menurutnya, kegiatan yang berpusat di Malang ini membuat para siswa dapat belajar dan berekreasi dalam satu hari.
Adapun rute field trip ini diawali dengan observasi biologi yang bertempat di Museum Tubuh Bagong Malang. Dengan Museum ini, siswa-siswi dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran tentang fisiologi dan anatomi tubuh manusia. Pasalnya, banyak replika tubuh manusia yang dapat mereka amati dan teliti, seperti halnya rongga mulut, paru-paru, hati, usus dan lainnya.
Selain itu, para siswa juga diberi fasilitas tes gulah darah, kesehatan mata, dan jumlah lemak dalam tubuh secara cuma-cuma. Dalam hal ini, tentunya para siswa juga diberi lembar catatan sebagai tanggung jawab dari perjalananya.
Setelah puas di museum, para siswa melanjutkan petualangannya di Jatim Park 1. Berbeda dengan kunjungan sebelumnya yang hanya full bermain gim, kali ini mereka bermain di wahana-wahana permainan yang disediakan sekaligus melakukan studi sejarah di taman sejarah yang berada di dalam Jatim Park 1. Para siswa diminta untuk mengamati dan menuliskan hasil studi tentang sejarah yang ada di Indonesia, seperti tentang rumah adat, arca dewata, peninggalan candi Hindu-Budha, dan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan lain sebagainya.
Dalam kegiatan ini, para siswa didampingi oleh guru pengampuh, wali kelas masing-masing, dan beberapa guru lainnya. Agenda rutin setiap tahun ini, selalu disambut positif dan aktif oleh segenap siswa. Kegiatan belajar sambil bermain di Kota Apel ini, sebelum kembali ke pondok, ditutup dengan menikmati malam di Alun-Alun Batu. (Perwarta: Khorida