Warga Pesantren Tebuireng 2 Menyelenggarakan Sholat Istisqa


www.smatrensains.sch.id-Kemarau berkepanjangan terjadi di Indonesia. Tidak terkecuali SMA Trensains Tebuireng yang terletak di Jombok, Jombang. Karena itu SMA Trensains Tebuireng mengadakan shalat sunnah istisqa’. Ustadz Ghofur mengemukakan kegiatan itu dilakukakan sebagai upaya meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, para santri berharap agar kekeringan dikemarau ini segera berakhir sehingga masyarakat bisa mendapatkan air dengan mudah.

Shalat istisqa’ dilakukan di lapangan  Tebuireng 2. Para santri berkumpul pada pukul 10.30 Wib. jamaah kompak mengenakan baju yang sama. Dimana yang putra menggunakan baju koko putih beserta surban dan putri menggunakan mukenah putih.

sebelum shalat istisqa’ dimulai, bapak Arif Huzaini memberi  tau pada jamaah tata cara penggunaan surban bagi pria. serta manfaatnya untuk mengubah suatu yang baik menjadi lebih baik. Dan shalat sunnah istisqa’ dimulai pukul 10.37 Wib yang diimami oleh ustadz Umbaran serta mencakup sebagai khatib. Shalat istisqa’ berjalan dengan khusyuk sehingga shalat berjalan khidmat.

Selanjutnya khutbah yang disampaikan Ustadz Umbaran selaku kepala pondok Tebuireng 2. Beliau menyampaikan bahwa kita sebagai hamba Allah jika ingin menghitung nikmatNya, maka kita tentu tidak dapat menghitung nikmatNya. Karena begitu banyaknya nikmat yang Allah berikan pada hambanya termasuk hujan. Hal ini berdasarkan pada Al-Qur’an surah Ibrahim.

” Ada  lima perkara kemungkaran pertama munculnya perilaku keji yang dilakukan suatu kaum secara terang-terangan. Sehingga Allah mengazab kaumnya berupa penyakit dan kelaparan. Kedua orang yang mengurangi timbangan, maka Allah akan mengazabkan padanya berupa musim paceklik. Ketiga jika kaum tersebut menahan zakat, maka Allah akan menahan hujan pada mereka. Keempat jika seseorang melanggar perjanjian maka allah akan merampas apa yang merka miliki.dan terkahir jika suatu pemimpin tidak melakukan hukum berdasarkan kitab Allah (Al-Quran) maka Allah memberikan musibah padanya.” Jelas Ustadz Umbaran.

Berdasarkan penuturan Ustadz Umbaran diatas, bahwa jika kita menahan zakat mal maka Allah akan menahan hujan sebagai bentuk azab-Nya. Allah tidak akan menolong suatu kaum jikalau kaum tersebut tidak saling menolong antar sesamanya dan Allah akan menurunkan kemarau baginya.

Jika kemarau terus berkepanjangan maka akan menyebabkan tanah kering, terjadi kerugian pada beberapa sektor terutama pertanian. Masyarakat akan kekurangan air bersih untuk memnuhi kebutuhannya sehari-hari.

Setelah 4 jam digelarnya shalat istisqa’ hujan mengguyur wilayah Jombok, lebih tepatnya  pukul 14.21 Wib.  puji dan syukur di panjatkan pada Allah SWT yang memberi rezeki berupa hujan yang diturunkan .

Pewarta: Ila