Dari Santri Untuk Negeri

 


Oleh: Muhibatul Mas'ula*)  

*) Santri Kelas XII Sains 3 Pesantren Tebuireng 2/SMA Trensains Tebuireng


Indonesia menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Santri YANG DIKENAL sebagai kaum bersarung adalah salah satu tonggak perjuangan negeri ini. Jika pada zaman dahulu santri ikut serta mengusir penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Maka santri sekarang harus mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dengan berbagai upaya terutama dalam bidang pendidikan.

Aset Bangsa

Keberadaan santri sebagai aset bangsa adalah hal yang tidak dapat dipungkiri. Sejarah telah mencatat peran aktif dan kepeloporan santri dalam menghadapi berbagai penjajahan dan penindasan di masa lalu. Semangat yang menggebu dan tekad yang kuat mendorong para santri menjadi penentang dalam penindasan dan kezaliman.

Para santri pada abad milenial tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata. Mereka menjadi pendorong pembangunan Indonesia. Menuntut ilmu dengan tetap berpedoman pada Al-Quran dan Hadist. Maka lahirlah generasi yang cinta pada tanah air dan setia untuk membela negara. Karena itu merupakan bentuk dari sebagian iman.

Tidak hanya sebagi tonggak kemajuan bangsa, tapi santri sebagai generasi muda adalah tonggak perjuangan islam, sebagaimana Rasulullah SAW pun berjuang untuk berdakwah, memerdekakan seluruh umat dari belenggu kesesatan dan kezaliman berada dalam usia yang muda. Para sahabat setia Assabiqun al-Awalun yang senantiasa setia mendampingi perjuangan Rasulullah Saw juga berusia muda, bahkan Ali Bin Abi Thalib pada masa itu masih menginjak usia belasan tahun. begitulah cerminan keberadaan peran santri untuk menjaga Kesatuan negeri ini.

Generasi Penerus Perjuangan Ulama

Permasalahan mengenai kemunduran moral dan menurunnya nilai keagamaan yang sedang marak di masyarakat menjadi salah satu polemik bangsa. Nilai-nilai nasionalisme akan memudar terutama pada generasi muda. disinilah santri turut berperan menjaga kesatuan bangsa. Dengan mengimplementasikan Al-Quran dan Hadist di kehidupan bersama masyarakat.

Berdasarkan kutipan dari laman inilah.com Bapak Joko Widodo mengatakan bahwa harapan pemuda islam adalah pemuda dengan pemikiran-pemikiran milenial, dengan inovasi yang melihat visi ke depan, yang peduli mengenai NKRI, toleransi, dan kebhinekaan negeri. Beliau menyatakan generasi seperti ini merupakan pewaris perjuangan para ulama, penerus dakwah KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan.

Calon Pemimpin Bangsa

Berbagai permasalahan yang sedang dihadapi negri ini, tak terpungkiri dalam bidang politik. kasus korupsi, penyalahgunaan kekuasaan,dan nepotisme semakin merajalela.maka diperlukan pemimpin yang akan menjaga amanah, yaitu pemuda yang cinta pada tanah air, menghormati jasa para pahlawan terdahulu, dan senantiasa mengusahakan yang terbaik bagi bangsanya. Untuk memimpin bangsa diperlukan pemimpin yang memahami agama. karena agama adalah pedoman sempurna untuk berkehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Santri menjadi sosok yang sempurna untuk menjadi pemimpin. Maka santri berpotensi besar menjadi pemimpin bila mana berpegang teguh pada syariat islam. Islam sebagai agama yang Rahmatan lil’alamin. telah mengatur sedemikian rupa mengenai ketatanegaraan dan kepemimpin yang tercermin dari Rasulullah Saw. Santri tidak hanya didukung dalam bidang intelektual tapi juga dalam bidang spiritual, dan mampu memahami permasalahan sosial dan humanis di masyarakat.