Langit, Dulu Dijadikan Ramalan, Sekarang Bagaimana?

Dahulu manusia mengenal langit sebagai sesuatu yang asing, megah dan misterius. Matahari menjadi pengingat waktu, bulan adalah pengingat hari, dan bintang bintang memberi tahu apakah satu bulan sudah berganti. Manusia menganggap langit sebagai sesuatu yang sangat agung hingga dapat menentukan segala hal yang terjadi di bumi, termasuk nasib dan berbagai kejadian. Dulu, ilmu astrologi dan astronomi tidak dapat dibedakan. Bahkan sampai sekarang, masih ada orang orang yang mempercayai ilmu astrologi seperti ramalan zodiak.

Padahal, astrologi kini hanya dianggap ilmuwan sebagai ilmu yang semu karena tidak dapat dibuktikan dengan metode ilmiah. Bahkan dalam sabdanya, Rasulullah melarang keras seseorang untuk mempercayai astrologi, “Barangsiapa mempelajari satu cabang dari ilmu nujum, ia telah mempelajari satu cabang dari ilmu sihir.” (HR. Abu Dawud 3907)

Tetapi, bagaimana dan sejak kapan manusia dapat memisahkan astrologi dengan astronomi? Karena walaupun Rasul melarang umatnya untuk mempelajari astrologi, kita sebagai umat islam justru diperintahkan untuk mempelajari ilmu langit, yaitu ilmu astronomi. Hal itu terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 190

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.”

Seiring berkembangnya peradaban, ilmuwan sepakat bahwa suatu ilmu pengetahuan membutuhkan fakta dan harus dibuktikan melalui metode penelitian agar bisa diakui. Kini pada zaman dimana teknologi dan peradaban sedang berkembang pesat, banyak mesin dan alat canggih yang dapat digunakan sebagai sarana penunjang, untuk mendapatkan fakta fakta yang tidak bisa didapatkan hanya dengan mengandalkan indra manusia yang lemah. Salah satu dan yang paling penting dalam ilmu astronomi masa kini adalah Teleskop Hubble.

Teleskop Hubble adalah teleskop pertama yang diluncurkan ke orbit bumi. Teleskop Hubble dikirim ke luar angkasa untuk diorbitkan pada tanggal 24 April 1990. Mengapa ia harus jauh jauh diorbitkan menuju luar angkasa? Tujuannya adalah untuk menghindari atmosfer bumi yang dapat menghalangi gelombang elektromagnetik yang datang dari luar angkasa. Gelombang elektromagnetik tersebut sangat penting, karena mata manusia hanya dapat menangkap satu dari tujuh gelombang elektromagnetik, yaitu cahaya tampak yang kita lihat sehari hari.

Teleskop Hubble dan teleskop yang diorbitkan di luar angkasa lainnya memungkinkan untuk menangkap berbagai jenis gelombang elektromagnetik dari luar angkasa. Contohnya untuk menangkap gelombang inframerah yang dipancarkan benda luar angkasa yang dingin seperti planet planet yang jauh dari bintangnya, nebula, dan sebagainya. Atau sinar gamma yang hanya dihasilkan oleh benda luar angkasa yang memiliki energi besar, seperti bintang neutron, pulsar, ledakan supernova, atau daerah sekitar lubang hitam.

Kemajuan teknologi harus diiringi dengan kemajuan pola pikir manusia. Peristiwa peristiwa yang dahulu dianggap aneh, kini dapat diketahui sebab dan cara bekerjanya. Begitupula dengan alam semesta dan seisinya. Seperti fakta bahwa semakin cepat seseorang bergerak, maka semakin lambat waktu yang dialaminya. Atau bahwa gravitasi adalah lengkungan pada ruang dan waktu yang berkelana dalam bentuk gelombang, serta masih banyak lagi penemuan penemuan luar biasa lainnya.

Kini umat manusia selangkah lebih maju dalam mengetahui bagaimana alam semesta bekerja, walaupun masih banyak misteri yang belum terungkap. Semakin banyak kita mempelajari tentang alam semesta dan seisinya, semakin takjub kita kepada Allah SWT, pencipta seluruh alam dan seisinya.

Kontributor : Arina Rosida Azka, e-mail: arina_rosyda@smatrensains.sch.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *