Prof. Effendy, Ilmuwan Muslim, Sang Penemu Berbagai Senyawa Kimia Kebanggaan Indonesia

Nama beserta gelar lengkap beliau adalah Prof. H. Drs. Effendy, M.Pd,. Ph.D. Beliau juga akrab dipanggil Pak Eff. Profesor yang satu ini tergolong ilmuwan yang langka di Indonesia karena menekuni bidang yang langka. Beliau lahir di Bululawang, Malang, 29 September 1956. Sewaktu berada dibangku SMA, Pak Eff bercita-cita menjadi dokter. Namun ayah beliau, Nawawi yang berprofesi sebagai pemborong tebu mendadak bangkrut. Kondisi tersebut terpaksa membuat Pak Eff untuk mengubur cita-citanya menjadi seorang dokter. Beliau akhirnya masuk ke Jurusan Pendidikan Kimia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Beliau membiayai kuliahnya dengan membuka kios penyewaan buku dan komik.

Pada tahun 1981 beliau lulus S-1 dari IKIP Malang, dua tahun kemudian Pak Eff melanjutkan studi S-2 di IKIP Jakarta dan berhasil lulus pada tahun 1985. Pada tahun 1987 beliau mendapat beasiswa untuk belajar ke Australia bersama 20 pengajar IKIP lainnya yang telah menyandang gelar S-2 dari seluruh Indonesia. Di Australia mereka semua diturunkan setara dengan tahun ketiga S-1. Tahun pertama merupakan tahun yang sulit bagi Pak Eff, karena beliau harus mendalami materi kimia untuk mencapai gelar BSc dan setahun lagi untuk mendapat gelar BSc Honour. Namun, keberuntungan berpihak pada Pak Eff. Pada saat masa terakhir tesis, beliau dapat menemukan satu senyawa yang membuat beliau tidak lagi terancam di drop out. Dari senyawa itulah karir beliau di bidang kimia melangkah jauh. Beliau terus melakukan penelitian dan menemukan senyawa koordinasi lainnya. Bahkan saat mahasiswa lain berlibur musim panas, beliau malah asyik berkutat di laboratorium. Perjuangan beliau akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua bualan, Pak Eff berhasil menyintesis 32 senyawa baru. Karena prestasi yang diraih beliau, Pak Eff ditawari masuk program doktor tanpa harus menyelesaikan program master.   

Prof. Effendy, Ph.D adalah dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang untuk mata kuliah Ikatan Kimia, Kimia Anorganik Fisik, Struktur dan Kereaktifan Anorganik, Kimia Zat Padat, dan Kristalografi. Menyelesaikan program Ph.D. jurusan Physical Inorganic Chemistry di The University of Western Australia pada tahun 1994. Gelar profesor dalam bidang kimia anorganik fisik diperoleh beliau pada tahun 2003. Sepanjang karir beliau sebagai peneliti dan dosen, beliau telah menemukan dan menganalisis lebih dari 730 senyawa koordinasi baru dari garam-garam tembaga, perak, dan logam-logam alkali dengan ligan-ligan unsur golongan 15. Serta menghasilkan 82 artikel yang dimuat dalam beberapa jurnal internasional bereputasi seperti Australian Journal of Chemistry (Ausralia), Inorganic Chemistry (USA), The Journal of Chemical Society, Dalton Transactions (UK), The Journal of Physical Chemistry (USA), Inorganica Chimica Acta (Italy), Journal of Inclussion Phenomena and Macrocyclic Chemistry (The Netherland), Zeitschrift fur Naturforschung (Germany), Zeitschrift fur Anorganische und Allgemeine Chemie (Germany), Inorganic Chemistry Communication (Italy), dan Crystal Engineering Communication (Italy). Beberapa artikel yang lain juga telah ditulis dan dimuat dalam Media Komunikasi Kimia dan Jurnal MIPA, forum penelitian di Lemlit UM, dan media Alchemie FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS).

Setelah menyelesaikan program Ph.D pada tahun 1994, beliau ditawari oleh ahli kimia, Prof Allan Henry White untuk melanjutkan penelitian yang beliau lakukan selama menjalani program doktor. Saat itu, beliau hanya bisa melakukan penelitian tersebut di Australia, karena di Indonesia belum ada alat sinlge crystal diffractometer X-ray, yang merupakan alat utama dalam penelitian beliau.  Pak Eff aktif melakukan penelitian dalam bidang sintesis dan penentuan struktur dengan metode difraksi sinar-X senyawa-senyawa kompeks dari logam-logam alkali dan logam-logam mata uang (tembaga, perak, dan) serta penelitian dalam bidang pendidikan kimia.

Disamping melakukan penelitian, Pak Eff juga membantu mengembangkan kurikulum pendidikan kimia untuk para pelajar SMP dan SMA rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah internasional. Beliau juga membantu pengembangan program pendidikan tinggi Kementrian Peendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, Pak Eff juga aktif menulis buku-buku Kimia SMA yaitu A Level Chemistry for Senior High School Students, Volume 1A sampai vol 3A (2007-2012), serta buku-buku Ikatan Kimia dan Kimia Anorganik, yaitu Teori VSEPR, Kepolaran, dan Gaya Antarmolekul, Edisi 3 (2013), Perspektif Baru Kimia Koordinasi, jilid 1, Edisi 2 (2013), Perspektif Baru Ikatan Ionik Edisi 3(2016), Logam, Aloi, Semikonduktor, dan Superkonduktor,Edisi 2 (2016), dan Ilmu Kimia Untuk Siswa SMA dan MA, Jiid 1A dan 1B (2016). 

Beberapa penghargaan internasional yang telah diperoleh Pak Eff adalah Gold Medal for Indonesia dari American Biographical Institute (ABI) Inc. USA pada tahun 2006. Penghargaan Internasional lain adalah dicantumkannya nama beliau dalam International Directory of Distinguished Leadirship (ABI, USA mulai tahun 2001). Beliau terpilih sebagai salah satu dari 2000 peneliti yang namanya dimasukkan dalam 2000 Outstanding Intellectual of The 21st Century oleh International Biographical Centre (IBC), Cambridge, England pada tahun 2008. Pada tahun yang sama beliau juga memperoleh penghargaan sebagai One of Six Indonesian Leading Scientist 2008 dari Organization of Islamic Conference. Beliau merupakan satu-satunya peneliti dari Indonesia yang masuk dalam CSD Author Statistics, Cmbridge Crystallography Data Center, Cambridge, United Kingdom (2015) sebagai peneliti yang telah mempublikasi 643 senyawa baru dalam jurnal-jurnal yang disebutkan diatas.

Pak Eff merupakan peneliti pertama yang menerima The Learning Univesity Award dalam bidang Sains dan Teknologi dari universitas Negeri Malang (UM) pada tahun 2012. Penghargaan tertinggi dari Indonesia yang diperoleh adalah Habibie Award dalam bidang Ilmu Dasar pada tahun 2012. Dengan ilmu yang beliau kuasai, Pak Eff mendapat banyak tawaran untuk mengabdi di institusi pendidikan lain. Di luar negeri, misalnya The University of Western Australia dan sebuah universitas di Kanada. Institusi dalam negeri, sebut saja UGM, ITB, dan UI pernah menawari beliau untuk pindah meneliti. Akan tetapi hingga tahun 2020 beliau masih tetap mengabdi di Universitas Negeri Malang. Beliau menolak semua tawaran tersebut. Karena, menurut Pak Eff menjadi manusia bermanfaat lebih penting dibanding hanya mengejar materi. Untuk menjadi manusia bermanfaat, haruslah berada di wilayah yang punya banyak masalah. Kata Pak Eff, Indonesia masih punya segudang masalah yang bisa diselesaikan dengan keilmuan yang beliau miliki. Beliau merasa lebih bermanfaat bagi masyarakat apabila di Indonesia.

Pak Eff merupakan sosok pribadi yang sangat unik. Walaupun beliau merupakan guru besar, penulis buku, dan pemilik swalayan tapi beliau tetap sederhana, religius dan sangat dermawan. Dalam kesehariannya, beliau naik angkot untuk pergi ke kampus. Kalau mau, bisa saja Pak Eff membeli kendaraan pribadi bahkan yang mewah sekalipun untuk pergi ke kampus. Namun tidak dengan beliau. Karena beliau punya prinsip burn your fat, not the oil. Lebih baik membakar fat (lemak) daripada minyak bumi yang semakin menipis dan menyebabkan polusi saat ini. Secara istiqomah, Pak Eff juga menjalankan puasa daud dan menjaga shalat rawatib (lima waktu) berjamaah di masjid. Tak jarang sebelum pulang dari kampus, beliau menunggu adzan maghrib di masjid kampus agar tak ketinggalan sahalat berjamaah. Kedermawanan Pak Eff tidak perlu diragukan lagi. Suatu ketika, beliau mendengar bahwa rekan sejawatnya sedang dirawat di rumah sakit, kemudian beliau langsung menanyakan biaya pengobatan dan nomor rekening keluarga yang bersangkutan, lalu mentransfer sejumlah biaya.

Tak banyak orang muslim, yang masuk dalam kategori ilmuwan top dunia, termasuk bidang sains, khususnya ilmuwan dari Indonesia. Hal itu dipicu oleh kurangnya perhatian pemerintah terhadap mutu pendidikan di Indonesia. Perlu ditingkatkannya perhatian pemerintah terhadap mutu pendidikan serta keberanian pemerintah untuk mendukung ilmuwan-ilmuwan bangsa dalam mengembangkan penelitiannya. Hal itu beliau sampaikan dalam Kuliah Umum di SMA Trensains Tebuireng Jombok Ngoro Jombang pada Ahad (14/01/2018). Menurut beliau, tidak mudah untuk menjadi ilmuwan top dunia. Namun, menurut beliau seharusnya banyak orang Indonesia yang masuk dalam jajaran ilmuwan top dunia. Syaratnya harus menjadikan orang terbaik di dunia sebagai pembimbing serta motivasi, dan pemerintah harus serius dalam peningkatan mutu para pengajar.

Beliau mengaku miris terhadap pembelajaran kimia di Indonesia. Pembelajaran yang terjadi di Indonesia kurang mendasar secara konsep, bahkan acap kali ada yang salah konsep. Hal ini membuat siswa kurang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta belum berorientasi dalam pengembangan karakter. Menurut beliau untuk mengatasi hali ini, perlu memasukkan sisi religius dalam pembelajaran kimia. “Sifat religius dalam pembelajaran kimia dapat menumbuhkan sikap hidup yang selalu bersyukur, dan sikap yang semakin tunduk (beriman) kepada Allah SWT,” tutur beliau dihadapan para santri dan asatidz. Pak Eff juga menyarankan sekolah untuk mengembangkan karakter religius di semua mata pelajaran. Sehingga tidak perlu satu mata pelajaran khusus untuk menumbuhkan karakter religius.

Pak Eff menyebut bahwa SMA Trensains bisa menjadi sekolah yang sangat maju bahkan bisa menjadi sekolah bertaraf internasional. Pak Eff menyarankan untuk sekolah RSBI agar memasukkan program yang dapat menjadi batu loncatan untuk mempercepat proses menjadi sekolah yang bermutu dan melahirkan ilmuwan top dunia.

Karena dedikasi yang kuat terhadap ilmu pengetahuan, Pak Eff tergolong untuk terlambat menikah. Beliau menikahi Aniswati, yang merupakan mahasiswa beliau ketika di IKIP Malang, pada tahun 1998. Pak Eff juga dikaruniai tiga orang putra, Naufal Attiqurrahman, Fiqri Ihsanurrahman, dan Adzka Rizqy Taufiqurrahman.  Satu diantara cita-cita beliau ingin mendirikan pusat penelitian kristalografi di UniversitasNegeri Malang, dan insyaallah cita-cita Pak Eff akan terwujud dengan dirancangnya laboratorium anorganik melalui ISDB yang rencananya akan membeli alat single crystal. Namun, laboratorium dan alat yang masih dalam proses, beliau telah dianggil Allah SWT terlebih dahulu. Beliau wafat pada hari Kamis 10 September 2020 pukul 08.30 WIB di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Beliau dimakamkan di kediamannya daerah Wadanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Sumber Bacaan :

Leave a Reply

Your email address will not be published.