Cerita Para Tokoh Trensains Tebuireng Dalam Acara Peringatan Harlah Yang Ke-7

www.smatrensains.sch.id-Perayaan hari lahir SMA Trensains Tebuireng ke-7 berjalan dengan lancar. Acara ini menjadi semakin meriah karena dihadiri oleh santri yang telah kembali hadir ke pondok setelah menjalani pembelajaran secara daring.

Sabtu, 21 Agustus 2021, pukul 9.30, Masjid Sholahuddin Al-Ayyubi Tebuireng 2 telah ramai dan penuh. Seluruh santri, pimpinan, serta para guru datang untuk menghadiri perayaan Harlah SMA Trensains Tebuireng. Dimulai dengan pelepasan balon simbolik, acara berlangsung tanpa kendala. Begitu juga dengan pemutaran video berisi kata kata yang disampaikan oleh para pimpinan.

"SMA Trensains Tebuireng berdiri pada 23 Agustus 2014, yang awalnya hanya terdiri dari asrama satu lantai dan gedung sekolah," mulai Ustadz Umbaran, menjabarkan keadaan awal SMA Trensains.

" SMA Trensains menempatkan Al-Qur'an sebagai basis epistemologi, aksiologi, dan ontologi dalam pengembangan ilmu pengetahuan," lanjut Ustadz Ghofur.

"Berbagai masalah yang akan dihadapi tidak hanya akan mendewasakan, tetapi juga membuat kita semakin dekat menuju cita cita SMA Trensains," sambung Ustadz Tendika.

"Semoga SMA Trensains bisa semakin maju, jaya, dan berkualitas. Semoga cita cita kita dapat terwujud dan terlaksana," tutup Ustadz Umbaran di akhir video.

Selain itu, dalam sambutan oleh Kepala Sekolah SMA Trensains, Ustadz A. Rofiq, yang menyatakan bahwa terdapat banyak cerita dan kenangan saat mendirikan SMA Trensains. Beliau menjelaskan bahwa Gus Sholah dan Gus Pur mendirikan SMA Trensains agar terjadi perubahan, khususnya untuk umat muslim sehingga dapat mengembangkan sains dan tidak hanya menjadi konsumen pasar saja.

Acara perayaan ini tentu tidak luput dihadiri oleh Sang Penggagas SMA Trensains, Prof. Dr. Agus Purwanto yang biasa dipanggil Gus Pur, yaitu nama julukan  yang diambil dari nama panjang beliau. Gus Pur bercerita mengenai sejarah lengkap SMA Trensains. dimulai dari pertemuan beliau dengan Gus Sholah saat mempresentasikan buku Ayat Ayat Semesta di Universitas Hasyim Asy'ari, survei lahan di Jombok pada tahun 2013, mulainya pelatihan pada tahun 2014, hingga pada 23 Agustus 2014, SMA Trensains Tebuireng resmi didirikan.

Beliau bercerita, perjalanan mendirikan SMA Trensains tidaklah mudah, terlebih karena Gus Pur adalah aktivis Muhammadiyah. Tetapi terwujudnya SMA Trensains Tebuireng adalah bukti bahwa dua ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dapat bersatu. SMA Trensains adalah wujud persatuan dan toleransi yang mengesampingkan perbedaan untuk mencapai kebaikan.

Gus Pur juga mengingatkan kembali tujuan besar SMA Trensains adalah untuk melahirkan kembali ilmuwan ilmuwan muslim. 

"Kapal bukan diciptakan oleh orang kafir, tetapi oleh Nabi Nuh. Logam bukan ditemukan oleh orang kafir, tetapi oleh Nabi Daud. Itu adalah ilmu dari para nabi yang harus kita rebut kembali!."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *