Screenshot_2023-05-22_153857-removebg-preview
Haflah Akhir Sanah 2024/2025 Menandai Pencapaian dan Harapan Baru bagi Wisudawan Pesantren Tebuireng

(Lensa)-SMA Trensains Tebuireng selaku sekolah di bawah naungan yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari selalu berusaha memberikan Pendidikan dengan kualitas yang bermutu bagi para santri. Setelah menyelesaikan proses pendidikan selama tiga tahun, tiba saatnya angkatan Entrivis mengikuti Haflah Akhir Sanah. Acara bertajuk “Haflah Akhir Sanah Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari Unit Pendidikan Pesantren Tebuireng 2024/2025” ini dilaksanakan di lapangan SMA A Wahid Hasyim Tebuireng. Acara dilaksanakan pada Ahad, 25 Mei 2025 dan dimulai pada jam 07.45 WIB. Sebelum acara, sholawat oleh tim Kubah Ireng menyambut para hadirin yang datang. Acara dibuka denan pembacaan ummul Qur’an, kemudian dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa MASS, Aryo Cipto. Acara selanjutnya yaitu penyanyian lagu Indonesia Raya dan Hymne Tebuireng yang dipandu oleh tim paduan suara SMA Trensains Tebuireng. Kemudian, KH. Kusnadi Said selaku Mudir bidang Pendidikan Pesantren Tebuireng menyampaikan beberapa kata. “Saya ucapkan terima kasih pada orangtua siswa atas kepercayaannya dalam memberikan pendidikan di Tebuireng,” tukas beliau. Beliau juga menyampaikan salam perpisahan kepada para santri yang hendak diwisuda. “Semoa ilmu yang kalian dapat di Tebuireng akan bermanfaat sehingga kalian di kemudian hari bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Jadi orang yang pinter dan bener.”

Sambutan-sambutan menempati acara kelima. Sambutan pertama yaitu sambutan oleh perwakilan wisudawan yang disampaikan oleh Rachmad Surya Wijaya dari SMA A Wahid Hasyim. Dalam sambutannya, ia berterimakasih khususnya kepada kedua orangtua atas segala jasa yang diberikan. “Tiada kata yang pantas selain terima kasih yang tak terhingga untuk kedua orangtua. Terima kasih untuk menjadi tempat kami pulang.” Ia juga berterima kasih kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka di Pesantren Tebuireng. Sambutannya ditutup dengan kalimat “jangan takut salah, karena tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah salah. Jangan takut gagal, karena hanya orang yang tidak pernah mencoba yang tidak pernah gagal.”

Sambutan kedua datang dari perwakilan walisantri wisudawan, yang pada kali ini diwakilkan oleh KH. M. Wildan Salman selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an Darussalam Martapura, yang merupakan walisantri dari wisudawan Mualimin. Beliau menyampaikan banyak sekali terima kasih atas jasa para bapak dan ibu guru yang telah mengorbankan jerih payahnya dalam mendidik putra-putri para orangtua selama di Pesantren Tebuireng. “Kami ttiipkan doa dalam keheningan agar ilmu yang diraih bisa menjadi pelita dalam kegelapan. Menjadi bekal hidup, bukan sekedar hafalan,” doa beliau dalam sambutan tersebut. Kemudian, sambutan dilanjutkan oleh Ketua Yayaysan Muhammad Hasyim Asy’ari, yaitu Dr. Ir. H. Rizky Efendi Hardianto. Beliau mengutip satu hadits dalam sambutannya. “Bapak ibu sekalian, ada satu hadits yang tentu para kiai sudah fasih mengucapkannya. Belajarlah kamu sekalian, mengajarlah kamu sekalian, hormati guru-guru kamu sekalian. Ada majlis dzikir. Kalau di haditsnya disebut “taman surga.” Jangan jauhi atau dekatilah taman surga.”

Prosesi wisuda menjadi puncak pada acara tersebut. Seluruh kepala sekolah dari berbagai unit Pendidikan SLTA, bersama dengan KH. Abdul Hakim Mahfudz, duduk di panggung. Para wisudawan naik satu per satu, mulai dari unit SMA Khoiriyah dengan total wisudawan 47 orang, Madrasah Mualimin dengan total wisudawan 67 orang, MA Salafiyah Syafi’iyah dengan total wisudawan 228 orang, SMA A Wahid Hasyim dengan total wisudawan 273 orang, dan SMA Trensains Tebuireng dengan total wisudawan 149 orang. Total wisudawan adalah sebanyak 764 orang. Pada acara wisuda kali ini, diadakan prosesi sungkeman bersama orangtua.

Usai prosesi wisuda, KH Abdul Hakim Mahfudz selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng menyampaikan amanat bagi para wisudawan. Beliau menekankan fungsi akal dalam menjalankan syariat. “Syariat-syariat kalau tidak dilandasi dengan akal maka tidak ada artinya,” tukas beliau. Beliau juga berpesan kepada para wisudawan untuk selalu mempertahankan tiga pilar dalam kehidupannya. “Kemanapun sampean melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, monggo silahkan. Tapi ingat, kita berpegang terhadap tiga pilar: islam, iman, ihsan.” Amanat beliau ditutup dengan penyerahan landasan filosofi pendidikan dari Pengasuh Pesantren Tebuireng kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Pd turut hadir memeriahkan Haflah Akhir Sanah. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah ilmiah dari beliau. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan banyak sekali hal. “Anak-anak kita ini harus dekat dengan lingkungan di mana mereka berada, memakmurkan negara di mana mereka berada.” Beliau juga mengatakan bahwa di antara pahala yang tidak terputus adalah ilmu yang bermanfaat, mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW. Beliau juga menyampaikan bahwa ilmu itu sejalan dengan ahlak. “Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin tinggi ahlaknya,” pungkas beliau. Beliau juga bercerita tentang percakapan yang dijalin dengan Prof. Dr. Agus Purwanto, D.Sc. selaku penggagas SMA Trensains Tebuireng. Prof. Agus menyampaikan perkembangan SMA Trensains Tebuireng.

Acara selanjutnya yaitu pemberian penghargaan kepada siswa-siswi terbaik tiap unit. Dari unit SMA Trensains Tebuireng, tercatat tiga wisudawan terbaik, yaitu Darwisy Ahmad Alfayyadl di posisi pertama, Ahmad Rafid Zayyan Rabbani di posisi kedua, dan Ahmad Fawwazul ‘Adhim di posisi ketiga. Para wisudawan terbaik, bersama dengan wali wisudawan, maju ke depan panggung untuk mendapatkan penghargaan. Sejumlah orang seperti ibu nyai Lelly Lailiyah Hakim, ibu nyai Hj. Farida Salahuddin Wahid, dan ndalem lainnya turut menyerahkan penghargaan kepada para wisudawan terbaik. Acara kemudian ditutup dengan doa. Demikianlah rangkaian acara Haflah Akhir Sanah Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari Unit Pendidikan Pesantren Tebuireng 2024/2025 yang berlangsung dengan penuh khidmat dan penuh makna. Semoga seluruh wisudawan dapat terus mengembangkan ilmu yang telah didapatkan, menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Dengan berakhirnya prosesi wisuda ini, para santri diharapkan siap menapaki perjalanan baru dengan bekal ilmu dan akhlak yang mulia. Selamat menempuh jalan baru, dan semoga sukses selalu menyertai setiap langkah yang diambil.

Pewarta: Alicia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *