(Lensa)-Isra Mi’raj merupakan momen yang penting bagi umat Islam. Isra Mi’raj terdiri dari dua kata yaitu Isra (الإسراء ) dan Mi’raj (معراج). Isra berarti perjalanan di malam hari, dan Mi’raj berarti naik ke langit. Dalam sejarahnya dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian dilanjutkan naik ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa Isra Mi’raj merupakan momen penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini umat Islam mendapatkan perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu sehari.
Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj 1446 H, Pesantren Sains Tebuireng mengadakan acara Isra Mi’raj dengan tema “Sholat Berjamaah: Refleksi Nilai Isra Mi’raj Bagi Generasi Penerus Nahdlatul Ulama”. Acara ini dipanitiai oleh Orsatrens dan Orsains. Dalam acara kali ini, Pesantren Sains Tebuireng mengundang Dr. KH. Muhammad Farid Zaini, Lc., M.H.I. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawaroh Ngemplak Jombang dan dosen Fakultas Syari’ah di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.
Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan shalawat oleh Najmul Fatih. Kemudian, acara dibuka dengan Pembacaan Surah Al-Fatihah. Acara kedua yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang dilanjut dengan Maulid Diba’ sebagai acara ketiga. Acara keempat yaitu sambutan-sambutan. Sambutan pertama dibawakan oleh Mudir Bidang Pembinaan Pondok Pesantren Tebuireng yaitu KH. Lukman Hakim, disusul dengan sambutan dari Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng yaitu Ustadz H. A. Syahri Solehan Arif Khuzaini, S.Ag., M.Pd.I.
Mauidotul Hasanah menempati puncak acara. Sebagai pembicara, KH. Farid menyampaikan ceramah dan nasihat seputar Isra Mi’raj. Beliau mengemas ceramah dengan pembawaan yang menyenangkan, sehingga para santri antusias menyimaknya. Beliau mengisahkan “satu tahun sebelum isra mi’rajnya Rasulullah itu ada yang namanya ‘amul huzn (tahun kesedihan). Rasulullah punya dua tempat untuk menyampaikan hajat dan sedih kepada Allah. Kalau di Bulan Ramadhan selalu sebelum peristiwa kenabian itu di Gua Hira. Setelah diangkat jadi Rasul, pindah ke Ka’bah.”
Beliau juga mengijazahkan doa Rasulullah SAW kepada para santri Pesantren Sains Tebuireng. “Ini doanya Rasulullah Ketika ia sakit hati. Benar-benar sakit. Ulama memakai doa ini untuk kebutuhan yang sangat mendesak,” tutur beliau. Selain itu, beliau juga berpesan agar para santri tetap menjaga shalat lima waktunya. “Kyai Wahab Ponpes Tambakberas bilang kewajiban santri itu ada tiga: sekolah, sholat, ngaji. Lek sholate apik, InsyaAllah semua urusan dipermudah oleh Allah SWT. Mudah-mudahan sampean diberi kemudahan oleh Allah SWT.” Demikian beliau mengakhiri ceramahnya.
Acara terakhir yaitu pembacaan doa sekaligus penutup. Acara selesai pada pukul 22.30 WIB. Setelah itu, para santri diperbolehkan untuk kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat. Semoga peringatan Isra Mi'raj ini membawa berkah bagi seluruh santri Pesantren Sains Tebuireng. Aamiin.
Pewarta: Alicia
Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan shalawat oleh Najmul Fatih. Kemudian, acara dibuka dengan Pembacaan Surah Al-Fatihah. Acara kedua yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang dilanjut dengan Maulid Diba’ sebagai acara ketiga. Acara keempat yaitu sambutan-sambutan. Sambutan pertama dibawakan oleh Mudir Bidang Pembinaan Pondok Pesantren Tebuireng yaitu KH. Lukman Hakim, disusul dengan sambutan dari Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng yaitu Ustadz H. A. Syahri Solehan Arif Khuzaini, S.Ag., M.Pd.I.
Mauidotul Hasanah menempati puncak acara. Sebagai pembicara, KH. Farid menyampaikan ceramah dan nasihat seputar Isra Mi’raj. Beliau mengemas ceramah dengan pembawaan yang menyenangkan, sehingga para santri antusias menyimaknya. Beliau mengisahkan “satu tahun sebelum isra mi’rajnya Rasulullah itu ada yang namanya ‘amul huzn (tahun kesedihan). Rasulullah punya dua tempat untuk menyampaikan hajat dan sedih kepada Allah. Kalau di Bulan Ramadhan selalu sebelum peristiwa kenabian itu di Gua Hira. Setelah diangkat jadi Rasul, pindah ke Ka’bah.”
Beliau juga mengijazahkan doa Rasulullah SAW kepada para santri Pesantren Sains Tebuireng. “Ini doanya Rasulullah Ketika ia sakit hati. Benar-benar sakit. Ulama memakai doa ini untuk kebutuhan yang sangat mendesak,” tutur beliau. Selain itu, beliau juga berpesan agar para santri tetap menjaga shalat lima waktunya. “Kyai Wahab Ponpes Tambakberas bilang kewajiban santri itu ada tiga: sekolah, sholat, ngaji. Lek sholate apik, InsyaAllah semua urusan dipermudah oleh Allah SWT. Mudah-mudahan sampean diberi kemudahan oleh Allah SWT.” Demikian beliau mengakhiri ceramahnya.
Acara terakhir yaitu pembacaan doa sekaligus penutup. Acara selesai pada pukul 22.30 WIB. Setelah itu, para santri diperbolehkan untuk kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat. Semoga peringatan Isra Mi'raj ini membawa berkah bagi seluruh santri Pesantren Sains Tebuireng. Aamiin.
Pewarta: Alicia
